Ternyata, Motif Begal Tebas Putus Tangan Korban Hanya Demi Beli Miras

BERITAPANTURA.idKUDUS – Komplotan begal yang menebas putus tangan pemuda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditangkap polisi. Polisi mengungkap hasil begal itu digunakan untuk membeli minuman keras (miras).

“Motifnya ya cari korban cari duit buat minum-minum ya,” jelas Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama kepada wartawan saat ungkap kasus di Mapolres Kudus, Jumat (14/01/2022).

Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama saat gelar konferensi pers bertempat di Mapolres Kudus, Jumat (14/01/2022). (Foto : Polres Kudus)

Wiraga mengatakan sebelum beraksi komplotan begal tersebut minum-minuman keras terlebih dahulu. Selepas mabuk baru mereka mencari target di kawasan Kudus.

“Pada saat itu membawa senjata tajam, karena pada saat itu memang niat untuk melaksanakan penindakan kejahatan, jadi habis minum direncanakan sudah bawa barang bukti ini, jalan muter tidak ketemu ke TKP ada korban ini, (jam) setengah dua (01.30 WIB) pakai HP sasaran empuk akhirnya diambil,” terang Wiraga.

Dia mengatakan sekelompok begal tersebut merupakan teman nongkrong bukan geng. Dari empat tersangka yang diamankan ada dua tersangka yang masih di bawah umur, sedangkan dua pelaku lainnya masih buron.

“Mereka kelompok biasa teman nongkrong saja. Mereka turut peserta, mengawasi, kedua eksekusi masih di bawah umur,” ucapnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat orang tua mengawasi anaknya, pergaulannya, di atas jam malam tolong dikendali. Anak-anak masih ini, jadi dilos minum, akhirnya melakukan kejahatan minum-minum dan akhirnya masa depannya suram,” pesan Wiraga.

Sementara itu, tersangka A mengaku hanya mengawasi saat aksi begal tersebut. Dia mengaku bersama temannya minum-minuman keras sebelum beraksi membegal.

“Saya hanya mengawasi, saya mabuk, minum jambu baju 1,5 liter. Rencana HP sama motor, rencana dua-dua. Karena melakukan perlawanan akhirnya ambil HP saja,” jelas A kepada wartawan saat dihadirkan di Mapolres Kudus siang ini.

Polisi mengamankan barang bukti di antaranya satu helm, kemeja kotak warna hitam, satu dusbook HP, satu kaus warna hitam biru abu-abu, satu HP yang sudah dirusak oleh pelaku, sebilah celurit, sebilah parang sepanjang 30 cm. Dari empat tersangka, yang dihadirkan saat ungkap kasus di Mapolres Kudus hanya dua orang. Polisi beralasan dua tersangka lainnya masih di bawah umur.

Diberitakan sebelumnya, empat pelaku yang menebas tangan pemuda hingga putus di Kudus diamankan polisi. Sedangkan dua pelaku lainnya masih menjadi buron.

“Tersangka amankan empat orang dari enam orang. Masing-masing berinisial B, G, N, A. Dua tersangka ini DPO,” kata Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama kepada wartawan saat ungkap kasus di Mapolres Kudus, Jumat (14/01/2022).

Wiraga mengatakan dalam kejadian ini korban Indra warga Mejobo, Kudus tangan kirinya putus karena sabetan celurit pelaku. Kejadian bermula saat sekelompok pemuda sedang mabuk-mabukan.

Selepas minuman keras, total ada enam orang mencari sasaran. Awalnya mencari sasaran di wilayah Kota, namun akhirnya mencari mendapatkan sasaran di wilayah Taman Bumi Wangi, Jekulo.

“Kejadian ini terjadi di Taman Bumi Wangi, Jekulo. Kronologinya pada saat hari Kamis (6/1/2022) diawali dari beberapa tersangka ada enam orang minuman keras di daerah Kota, kemudian sambil bicara mencari sasaran untuk dijadikan rampas atau dijambret,” terang Wiraga.

“Kemudian muter ke kota dan mengarah ke Taman Bumi Wangi, di TKP terlihat korban sedang nongkrong menggunakan hp kemudian duduk di atas sepeda motor,” sambungnya.

Lanjutnya melihat korban sedang sendirian dan mainkan hp di atas motor. Lantas sekelompok begal merampas motor, namun korban melawan hingga telapak tangan korban putus terkena celurit.

“Dari situ keenam pelaku tadi turun kemudian mencoba ambil sepeda motor namun korban melakukan perlawanan. Dari dua tersangka memegang celurit mukul nebas di bagian punggung atas D, satu lagi tersangka A nebas tangan kiri lepas dan panik,” ungkap Wiraga.

“Pelaku kabur dan korban minta pertolongan, akhirnya yang dibawa hanya HP saja,” sambungnya. (BP/xpo)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: