Gelombang Tinggi, Nelayan Memilih Berhenti Melaut

BERITAPANTURA.idJEPARA – Intensitas curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Jepara. Hal ini berdampak terhadap minimnya pasokan ikan. Para nelayan tidak berani melaut, karena pertimbangan keselamatan. Selama berhenti melaut, mereka memanfaatkan waktu dengan memperbaiki peralatan penangkap ikan.

Salah satu nelayan Jepara, Sahroni  Jumat (14/1/2021)mengatakan, gelombang tinggi terjadi di laut jawa, tepatnya perairan Jepara beberapa hari terakhir. Ketinggian gelombang laut mencapai 4 meter. Hal ini tentu saja memaksa nelayan untuk berhenti sementara waktu.

Nelayan di Jepara memilih untuk berhenti melalui saat cuaca ekstream, pada Jumat (14/1/2022).

“Untuk keselamatan, kami terpaksa berhenti menangkap ikan,” kata dia.

Ratusan kapal yang biasanya bersandar di dermaga pelabuhan, sementara waktu ditambatkan di tepian sungai. Selama tidak melaut, mereka memanfaatkan waktu dengan memperbaiki peralatan penangkap ikan, seperti perbaikan jala, dan mesin perahu motor.

“Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, harus lebih berhemat,” katanya.

Cuaca buruk turut berdampak terhadap kurangnya pasokan ikan dari nelayan Jepara. Pedagang ikan di tempat pelelangan ikan Ujung Batu Jepara berharap pasokan ikan dari daerah lain yakni Kabupaten Rembang. Minimnya pasokan ikan juga mengakibatkan kenaikan harga ikan hingga dua ribu rupiah per kilogramnya. “Untuk harga ikan naik mas, Rp2 ribu rupiah setiap kilogramnya, kata Sriyati, pedagang ikan. (BP/Ard).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: