Naskah Akademik Ratu Kalinyamat Lebih Komprehensif

BERITAPANTURA.idJEPARA – Naskah akademik Ratu Kalinyamat yang telah diselesaikan oleh Tim Pakar yang dibentuk oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari dinilai lebih komprehensif dari naskah pengusulan sebelumnya. Hal ini diperkuat dengan adanya sumber-sumber primer yang berasal dari Portugis. Hal ini disampaikan Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat prof Ratno Lukito, saat bertemu dengan Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kamis (13/1/2022) siang di kantornya.

“JIka sebelumnya hanya 2 sumber primer yang mengungkap tentang Ratu Kalinyamat, tim peneliti telah berhasil menemukan 8 sumber sejarah primer yang menyatakan keberadaan ratu Kalinyamat pada masa1549 – 1579.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima Tim Pakar Ratu Kalinyamat yang dibentuk oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari, pada Kamis (13/1/2022), di kantornya.

Delapan sumber primer penulis Portugis, yakni Diego da Coute, Franscisco Pares, Afondo de Noronha, Faria a Sousa, Martins a El Ray, surat Raja Sebastian untuk Gubernur Noronha, Jorge de Lemos, Documentacco Para A Historia Das Missoes Do Padroado Portugues Do Oerientae Insulinda Vol. 4. Sumber-sumber primier ini belum digunakan sebagai dasar pengajuan sebelumnya.

“Dengan bukti-bukti ini, kita menjadi optimis agar ke depan Ratu Kalinyamat mendapatkan gelar pahlawan nasional,” kata dia.

Dosen Sejarah Undip Semarang Dr Alamsyah mengatakan, pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat sempat ditolak, lantaran lantaran banyak sumber sekunder yang digunakan. Sedangkan sumber primer saat itu masih sangat sedikit. Kali ini, tim peneliti telah berhasil menemukan sumber-sumber primer pada masa itu.

“Sumber primer ini berasal dari misionaris dan orang orang Portugis yang melakukan perjalanan dan memotret atau menggambarkan perlawanan Ratu Kalinyamat,” kata Alamsyah.

Menurutnya, ada berapa catatan sejarah terkait dengan Ratu Kalinyamat yang baru terungkap. Semula hanya mengetahui 2 kali penyerangan armada Ratu Kalinyamat untuk mengusir Portugis dari Malaka yaitu tahun 1551 dan 1574. Namun berdasarkan sumber primer, ada 2 kali penyerangan Portugis di Teluk Ambon. Tahun 1554, Ratu Jepara mengirimkan pasukan ke Teluk Ambon menyerang pasukan Portugis di wilayah itu dan tahun 1565, Ratu Jepara mengirim armadanya ke Ambon, karena Portugis mulai menguasai sumber-sumber ekonomi. (BP/Ard).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: