Akhirnya Bebas, Maling Ayam Demi Susu Anak ini Bersimpuh Depan Korbannya

BERITAPANTURA.idBREBES – Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah, menghentikan proses hukum pelaku pencurian ayam dengan alasan kemanusiaan. Pertimbangannya, pelaku pencuri ayam, Yusuf (23), terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan membeli susu anaknya.

“Sebenarnya kasus 363 (KUHP) ini ancaman hukumannya 7 tahun. Namun kami melihat kerugiannya di mana pelaku mencuri dua ekor ayam yang nilainya kurang dari Rp 1 juta. Setelah kami tanyakan kenapa berbuat seperti itu, ternyata itu karena tuntutan ekonomi, ingin membeli susu anaknya,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Mernawati ditemui di kantor Kejari Brebes, Kamis (13/1/2022).

Maling ayam bersimpuh di depan korbannya, ia mengaku terpaksa mencuri untuk membeli susu anaknya.

Mernawati mengatakan dari informasi yang didapatnya, pelaku Yusuf memang tergolong keluarga miskin. Atas dasar tersebut, Kejari Brebes mengajukan ekspose pada pimpinan untuk mendapat persetujuan penghentian proses hukum.

“Kami ajukan ekspos ke pimpinan kami di Kejaksaan Agung, dan alhamdulilah mendapat persetujuan. Kasus ini akhirnya dihentikan penuntutannya melalui mekanisme keadilan restoratif,” ujar Mernawati.

Selain alasan kemanusiaan, keadilan restoratif ini juga didasari karena kerugian yang ditimbulkan kurang dari Rp 1 juta. Selain itu, pelaku baru kali pertama melakukan aksi pencurian, dan ditambah adanya kerelaan dari pihak korban.

“Sebenarnya syaratnya kasus hukum dengan ancaman kurang dari lima tahun. Nah kasus ini ancaman hukumannya 7 tahun, tapi karena kerugian kurang dari Rp 1 juta maka diusulkan untuk dihentikan proses hukumnya. Kemudian pihak korban juga telah sepakat tanpa syarat kepada pelaku untuk melakukan perdamaian,” bebernya.

Yusuf pun tak kuasa menahan rasa haru dan bahagia saat petugas menyatakan kasus tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan. Didampingi kuasa hukumnya, Turnya, dia pun langsung bersimpuh di hadapan Tasori, pemilik ayam yang dicurinya.

Penasihat hukum pelaku, Turnya sangat mengapresiasi keputusan kejaksaan menghentikan kasus tersebut. Mengingat pelaku terpaksa mencuri dua ekor ayam karena sangat membutuhkan uang demi membeli susu anaknya.

“Terima kasih kepada Kejaksaan Brebes yang telah melakukan upaya keadilan restorasi. Melalui penyelesaian ini, pelaku bisa kembali ke keluarga. Klien kami memang keluarga miskin dan saat itu butuh untuk membeli susu,” kata Turnya.

Menurut pengakuan Yusuf kepada wartawan, pencurian itu terjadi pada 12 Desember 2021 sekitar pukul 02.00 WIB. Dia keluar rumah dengan perasaan bingung karena anak perempuannya yang masih berumur 18 bulan menangis semalaman karena minta susu.

Di halaman rumah korban, dia mengambil dua ekor ayam, jantan dan betina. Barang curian itu kemudian dimasukkan dalam kantong plastik.

Sedianya dia akan menjual ayam curiannya. Namun belum sempat meninggalkan lokasi, Yusuf ditangkap warga. Dia pun sempat menjadi bulan-bulanan warga dan motornya dibakar.

“Anak saya nangis semalaman minta susu. Saya bingung tidak punya uang untuk membelinya. Tanpa mikir dua kali saya keluar dan menuju ke pekarangan korban. Saya ambil dua ayam mau dijual, tapi keburu ditangkap warga dan dipukuli. Motor saya juga dibakar,” kenang Yusuf.

Yusuf mengaku, selama ini kerja sebagai buruh serabutan. Pendapatan yang didapat hanya cukup untuk makan sekeluarga.

“Saya janji, tidak akan mengulangi lagi. Tidak akan mencuri lagi,” ucap Yusuf berjanji. (BP/xpo)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: