Cegah DBD dengan PSN Sikat Wae!

BERITAPANTURA.id, PATI – Memasuki musim penghujan, banyaknya genangan air dapat meningkatkan populasi nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Walaupun masih dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat diimbau jangan sampai lengah akan bahaya DBD yang mengintai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Sikat Wae, Selasa (11/01/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Sikat Wae, Selasa (11/01/2022). (Foto: Diskominfo Pati)

“Peningkatan pasien penderita DBD terlihat sejak bulan September 2021. Dengan total pasien penderita DBD di tahun 2021 sejumlah 162 orang dan 3 orang meninggal dunia,” ujar dr. Aviani Tritanti Venusia.

Saat musim penghujan, lanjut dia, masyarakat lebih mengandalkan fogging/pengasapan daripada mengutamakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Akan lebih efektif jika melakukan PSN untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah.

Mengantisipasi permohonan fogging yg biasanya agak meningkat, pelaksanaannya didukung dari BOK yang ada di Puskesmas. Namun untuk kegiatan fogging ini tidak semua permintaan bisa dipenuhi,  karena harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti harus dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terlebih dahulu dan didukung laporan dari RS.

 “Saya menghimbau untuk adanya kerja sama dengan pihak terkait terutama jika ada peningkatan permintaan fogging di masyarakat, tetap disosialisasikan PSN yang utama, bukan foggingnya,” ajaknya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Masyarakat, dr. Joko Leksono Widodo, berharap agar masyarakat tetap waspada dan bisa melakukan PSN dengan 3M plus, yaitu:

1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan atau menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), dan disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Plus nya atau kegiatan pendukung lain adalah bisa dengan cara bergotong royong dengan masyarakat sekitar untuk membersihkan lingkungan atau memelihara ikan pemakan jentik–jentik nyamuk. Di Kabupaten Pati gerakan ini dikenal dengan Sikat Wae (Siaga Masyarakat Waspada Aedes Aegypty). (BP/xpo)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: