Shin Tae-yong Ungkap Alasan Utama Pilih Melatih Timnas Indonesia Ketimbang Klub China

BERITAPANTURA.id, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku pernah didekati klub China sebelum memutuskan untuk menukangi skuad Garuda. Namun, tawaran itu ditepikan karena melihat adanya potensi dan masa depan dari pemain Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkan secara gamblang saat Shin Tae-yong diundang menjadi narasumber di Podcats Close The Door milik Deddy Corbuzier. Shin Tae-yong mengaku, mendapatkan dua tawaran dari Timnas Indonesia dan klub China setelah memimpin Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Di pemusatan latihan nanti, Indonesia akan melakukan laga uji coba untuk persiapan jelang menghadapi Piala AFF 2020. Pasukan Shin Tae-yong akan bertanding melawan Afghanistan (16/11/2021) dan Myanmar (25/11/2021) di Turki. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

“Saya berpengalaman pada berbagai macam turnamen seperti Piala Dunia dan Olimpiade. Setelah itu, saya mendapatkan tawaran dari Indonesia dan China,” kata Shin Tae-yong.

“Akan tetapi, saya lebih tertarik pada Indonesia. Saya melihat ada potensi pada pemain-pemain Indonesia,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

Pilihan Shin Tae-yong sejauh ini tak keliru. Sejak menukangi Timnas Indonesia pada Desember 2019, Shin Tae-yong membawa dampak signifikan terhadap pemain skuad Merah Putih.

Pada Piala AFF 2020, Shin Tae-yong berhasil membantu Timnas Indonesia menjadi runner-up. Pencapaian yang cukup membanggakan karena dilakukan dengan skuad mayoritas berusia di bawah 25 tahun.

Bukan karena Uang

Shin Tae-yong mengaku bisa saja memilih China ketimbang Timnas Indonesia bila melihat dari nominal uang yang ditawarkan. Namun, itu bukan sesuatu yang berarti baginya.

Menurut Shin Tae-yong, menerima pinangan Timnas Indonesia lebih bagus untuk masa depannya. Ketimbang harus menerima tawaran dari klub China yang secara level lebih di bawah kelas tim nasional.

“Kalau melihat uang, tentu lebih tertarik ke China. Akan tetapi, saya memilih untuk masa depan karena saya lihat di Indonesia semuanya ada,” ujar Shin Tae-yong.

“Di Indonesia itu levelnya timnas, sedangkan di China itu klub. Manusia harus punya impian dan masa depan,” ucap Shin Tae-yong.

Digaransi Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, memberikan garansi terhadap nasib Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Pelatih Korea Selatan itu disebut telah membawa dampak positif untuk pesepak bolaan Tanah Air.

Ini sekaligus menjadi sinyal garansi dari Zainudin Amali terkait nasib Shin Tae-yong. Meskipun gagal memberikan gelar Piala AFF 2020, namun, Shin Tae-yong tetap akan dipertahankan sampai kontraknya berakhir.

“Pemain yang bermain di Piala AFF 2020 ini sebagian besar adalah pemain muda. Dan saya lihat di bawah pelatih Shin Tae-yong mereka memiliki perkembangan yang luar biasa. Jadi saya tetap optimistis terhadap masa depan mereka bersama timnas,” ucap Zainudin Amali. (BP/wan)

Sumber: https://www.bola.com/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: