Bupati Jepara Kirim 10 Resep Makanan Khas Jepara dalam Festival Kuliner HUT ke-49 PDIP

BERITAPANTURA.id, JAKARTA – Bupati Jepara Dian Kristiandi mengirimkan 10 resep makanan khas Jepara dalam Festival Kuliner yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-49 di Jakarta, 7-8 Januari 2022.

10 resep makanan yang dikirim yakni pecel latoh talas jagung, pindang srani jagung, mentul pohong, lepet jagung, nasi pong blosok, blenyik kukus, brambang kunci, pepes telur ikan pisang, moka manis singkong dan adon-adon coro.

Bupati Jepara sekaligus politisi PDI Perjuangan Dian Kristiandi dalam Festival Kuliner dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-49 di Jakarta, Jumat (07/01/2022).

Dian Kristiandi, sekaligus politisi PDI Perjuangan mengungkapkan jika festival kuliner yang digelar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, akan pentingnya konsumsi pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya wilayah. Seperti ubi, jagung, pisang dan hasil alam kita yang lainnya dan selanjutnya dapat membiasakan konsumsi tersebut menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Seiring dengan kemajuan zaman, untuk mendapatkan makanan lezat itu sangat mudah, namun terkadang kandungan gizi di dalamnya tidak seimbang. Bahkan terkadang berlebihan salah satu unsur gizinya justru malah mengakibatkan munculnya gangguan kesehatan,” kata Andi, sapaan akrabnya.

Dalam HUT PDI Perjuangan ini, di gelar berbagai kegiatan. Salah satunya yakni festival kuliner pendamping beras. Kompetisi kreasi kuliner pendamping beras ini diikuti oleh kepala daerah/wakil kepala daerah yang mewakili 34 provinsi.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata Wiryanti Sukamdani mengatakan, festival itu mengusung tema Kuliner Pendamping Beras Menuju Kedaulatan Pangan dan Pencegahan Stunting di Indonesia.  Dari rangkaian kegiatan terdiri atas lomba kreasi kuliner dengan 10 macam komoditas pendamping beras, peluncuran buku resep kuliner pendamping beras nusantara, dan pameran kuliner pendamping beras.

“Sepuluh komoditas itu, yakni ubi, jagung, singkong, sagu, hanjeli, sukun, porang, sorghum, pisang, dan talas,” sebut Wiryanti.

Wiryanti menambahkan, salah satu manifestasi kekayaan ini adalah beragamnya kreasi kuliner di nusantara. Kreasi kuliner, tidak cuma menyuguhkan panganan bercita rasa menggugah selera, tetapi juga menjadi magnet dan kemajuan bagi industri pariwisata. 

“Lebih jauh lagi, kreasi kuliner dapat dimanfaatkan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi dan kedaulatan pangan Indonesia,” tegasnya. (BPwan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: