Rembang Terima Bantuan Alat Pencucian dan Pemurnian Garam

BERITAPANTURA.id, REMBANG – Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun anggaran 2021, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, memberikan bantuan Washing Plant atau alat pencucian dan pemurnian garam. Penerima alat tersebut yakni Koperasi Tani Sari Makmur, Desa Tambakagung, Kecamatan Kaliori.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen pengelolaan ruang laut, Pamuji Lestari saat acara penyerahan alat tersebut berharap mesin yang diperbantukan tersebut dapat bermanfaat. Tak hanya bermanfaat bagi anggota koperasi Tani Sari Makmur saja, tetapi juga bagi seluruh petambak di Rembang.

Petani garam di Rembang.

“Saya menginginkan mesin ini nantinya bermanfaat setidaknya bagi anggota koperasi, tapi juga seluruh petambak garam di Rembang dan juga tetangga sekitarnya. Karena tadi disampaikan tidak bisa memberikan mesin satu persatu di Kabupaten Rembang,” kata Lestari.

Lestari menyebutkan bantuan alat ini juga pernah diberikan kepada Kabupaten Pati dan Kabupaten Brebes pada tahun 2020 lalu. Namun alat washing plant yang di Rembang ini memiliki daya tampung yang lebih besar.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz menganggap bahwa apa yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat tepat, dengan memberikan bantuan alat tersebut ke kabupaten Rembang. Pasalnya, Rembang memiliki potensi besar terkait garam, untuk itulah Rembang dijuluki kota garam.

“Alhamdulillah ini sudah dimulai di era sekarang. hal ini dibuktikan petani garam kita mendapat suport bantuan hibah mesin washing plant. Ini luar biasa. Karena apa? Selama ini yang menjadi momok di petani garam ini ya harga. Selalu begitu terus setiap tahun, pada saat panen harga sampai Rp200 hingga Rp250,” terang Hafidz.

Hafidz menyebutkan Kabupaten Rembang mempunyai potensi pengembangan pemberdayaan garam rakyat (PUGaR) cukup besar, yaitu sebesar 1.409 hektar lahan tambak garam dengan produksi 108.858 ton pada tahun 2020. Angka tersebut mengalami penurunan di banding tahun 2019, yaitu sebesar 185.560 Ton di karenakan faktor cuaca dan harga garam yang tidak stabil.

Ketua Koperasi Tani Sari Makmur, Dias Eko Erry Akhmadi menerangkan washing plant merupakan rangkaian mesin berikut tempat dan peralatan mencuci serta memurnikan garam. Dengan komponen berupa alat penggilingan, alat pencucian, tempat penirisan, alat pengeringan/pembakaran, alat iodisasi dan alat pengepakan.

Dengan adanya bantuan mesin pencuci berkapasitas 7.500 ton per tahun itu menurut Dias Eko Erry Akhmadi digunakan untuk membuat Industri Rumah Tangga (IRT) berupa garam untuk spa (berendam), garam fortifikasi dan garam beriodium. (BP/xpo)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: