DKP Kota Pekalongan Catat Lahan Tambak Warga yang Masih Produktif 12 Hektar

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Lahan tambak di kawasan pesisir Kota Pekalongan, terutama di wilayah Celumprit dan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara yang terkena dampak rob semakin meluas.

Hal ini disebabkan adanya bencana rob dan banjir yang kerap terjadi di wilayah pesisir Kota Pekalongan yang memang berdampak langsung kepada para petambak  di Kota Batik tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan, Agus Jati Waluyo. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan, Agus Jati Waluyo, menyebutkan bahwa, saat ini hampir semua lahan tambak di Kota Pekalongan terdampak banjir rob. Dari total lahan tambak hampir 200 hektar, tersisa yang masih produktif hanya 12 hektar.

“Terkait dengan tambak yang ada di Kota Pekalongan itu memang karena kondisi alam yang menyebabkan tambak yang harusnya bisa diusahakan, secara biasa menjadi tidak biasa. Saat banjir rob melanda, hampir semua tambak di Kota Pekalongan terkena imbasnya, paling yang intensif hanya 12 hektar, padahal disini total lahan tambak hampir 200 hektar,” tutur Jati, sapaan akrabnya, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, terkait dampak lahan tambak milik warga yang terkena imbas ini, Pemerintah Kota Pekalongan tengah mengupayakan dengan pembangunan tanggul yang saat ini masih dikerjakan.

Diungkapkan Jati, biasanya petambak yang tergolong mampu mengantisipasi saat terjadi banjir rob, mereka menaikkan jaring agar ikan tidak terlepas. 

“Yang memiliki investasi jelas mampu, tetapi yang tidak punya investasi kan tidak, mudah-mudahan dengan adanya tanggul, minimal sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat bisa memberi hasil, meskipun harus diubah dari air asin ke non asin. Jadi harus sama-sama adaptasi, karena kalau tidak, sumber dayanya tidak memberikan manfaat bagi pemilik tambak. Sehingga, lahan yang masih bisa produktif memang harus dimaksimalkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup,” pungkasnya. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: