Terapkan Prokes, Margorejo Dicanangkan Jadi Desa Wisata Durian

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Pengembangan desa wisata menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kudus. Potensi-potensi yang ada di sembilan kecamatan, kini dikembangkan agar jadi magnet untuk menarik pengunjung dari luar kota.

Pengembangan desa wisata ini salah satunya di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe. Pencanangan desa wisata ini sekaligus dilakukan dengan acara Gebyar Ngunduh Duren Tahun 2021 di Dukuh Pelang, Minggu (19/12/2021).

Dalam acara pencanangan ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Panitia hingga pengunjung wajib mengenakkan masker. Meski animo pengunjung tinggi, mereka dibatasi dan diatur agar tidak menimbulkan kerumuman. Sebelum memasuki lokasi, pengunjung juga diskrining terlebih dahulu.

Kepala Desa Margorejo Sumirkan menyampaikan, Gebyar Ngunduh Duren telah dilakukan tiga kali. Sempat absen pada 2020 karena pandemi, acara ini kembali dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Pihaknya juga telah menerima bantuan seribu bibit durian yang akan ditanam di tanah desa. Pada lima tahun mendatang, ngunduh duren dipastikan dapat dilaksanakan secara langsung di lahan pertanian durian.

“Dukuh Pelang Desa Margorejo telah dikenal penghasil durian. Kalau saat ini ngunduh duren dilaksanakan simbolis, semoga lima tahun mendatang benar-benar bisa ngunduh duren di pohonnya. Karena bantuan seribu bibit durian sudah kami tanam di tanah desa,” ungkapnya.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah menyampaikan, selama 2020 sampai dengan 2021, Kabupaten Kudus telah mencanangkan 28 desa wisata yang ber-SK Bupati. Desa Margorejo menjadi salah satu dari 6 desa wisata yang ada di Kecamatan Dawe.

Kelima desa lainnya yakni Japan, Dukuhwaringin, Ternadi, Kandangmas, dan Kajar. Pencanangan desa wisata telah melalui penilaian (assessment) dari 24 indikator. Indikator tersebut meliputi data profil desa, kuliner khas desa, atraksi khas desa, jejaring kemitraan desa wisata, dan lain lain. Pihaknya meminta dukungan seluruh elemen desa sehingga maksimal dalam mengimplementasikan 24 indikator.

“Pencanangan ini telah melalui penilaian 24 indikator. Desa Margorejo masuk ke klasifikasi desa wisata rintisan. SK desa wisata telah diserahkan beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat Desa Margorejo harus bergotong royong mengembangkan desa wisata yang optimal,” jelasnya.

Gebyar Ngunduh Duren diapresiasi oleh Bupati Kudus Hartopo. Seperti tagline ‘Inget Duren, Inget Pelang’, pihaknya mengungkapkan sejak dahulu Dukuh Pelang memang telah identik dengan durian. Sehingga, adanya pencanangan desa wisata diharapkan mampu mengembangkan potensi yang ada.

“Sejak dulu, Pelang memang sudah diingat sebagai tempatnya durian. Maka, saya minta pencanangan desa wisata ini menjadi kesempatan desa untuk lebih mengembangkan potensi,” ucapnya.

Setelah pencanangan, saatnya pemerintah desa dan warga untuk terus ‘menata’ desa. Sarana prasarana dilengkapi agar wisatawan betah berkunjung ke Desa Margorejo. UMKM desa pun perlu ditata agar wisatawan nyaman berkunjung ke Desa Margorejo.

Bantuan untuk pengembangan desa wisata pun akan digelontorkan sehingga penataan desa wisata optimal. Diharapkan, desa wisata lebih mandiri dan dapat meningkatkan PADes yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Pengembangan tersebut akan terus dimonitor oleh Pemkab Kudus.

“Sekarang saatnya pemerintah desa dan masyarakat bergotong royong mewujudkan desa wisata yang optimal. Sarana dan prasarana dilengkapi. Masyarakatnya juga harus ramah menjadi tuan rumah bagi para wisatawan. Pengembangan akan kami pantau terus jadi jangan sampai mangkrak,” paparnya. (BP/mif)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: