SLB Batang Berikan Bekal Siswanya dengan Pertanian Hionik

BERITAPANTURA.id, BATANG – Beragam sayur mayur hijau yang ditanam dengan metode hionik dipamerkan di halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang. Seluruh sayuran tersebut merupakan hasil cocok tanam dari para siswa.

“Program hionik yang mulai diajarkan pada pertengahan 2020 itu membuat siswa antusias dan senang dengan kegiatan tersebut. Dengan riang mereka sibuk memanen hasil sayur yang ditanam,” kata Kepala Sekolah Sujarwo saat ditemui di SLB Negeri Kabupaten Batang, Selasa (30/11/2021).

Siswa SLB negeri di Batang saat memanen hasil sayuran yang ditanamnya, Selasa (30/11/2021). (Foto: Diskominfo Batang)

Ia mengatakan, kegiatan menanam dan memanen sayuran untuk menumbuhkan kemandirian siswa dan sifat motoriknya terutama anak-anak SLB Kelas C, karena lebih sulit kemandiriannya.

“Aktivitas sayuran hionik inilah para siswa banyak yang tertarik dan bahkan orang tua siswa banyak membuat hionik dirumahnya sampai mereka berkonsultasi agar di rumah para siswa ini ada kegiatan yang positif,” jelasnya.

Karena para siswa SLB jika tidak diarahkan dari mereka, bangun tidur dilanjutkan kegiatan sampai tidur daya ingatnya mudah lupa makanya perlu pendampingan terus dari orang sekitarnya.

Guru Pendamping Ketrampilan Pertanian Hionik SLB Kabupaten Batang Jalu Fatku Rizqi menyampaikan, siswa di SLB ini kita latih mulai dari tingkat SD kelas 4,5, dan 6. Kemudian kalau yang tingkat SMP dan SMA semuanya.

Pertanian hionik yang ditanam disini sayur-sayuran seperti selada, sawi, caisin, dan bayam merah.

“Pertanian hionik di SLB Kabupaten Batang memang kegiatan baru yang dimulai pertengahan bulan pada tahun ini sudah berjalan tiga kali panen, dan kedepan akan merambah ke tanaman buah. Lahan yang kita pakai pertanian hionik ada 200 lubang,” terangnya.

Tujuan hionik ini, lanjut dia, bekal untuk para siswa setelah lulus disini agar mandiri salah satunya melakukan kegiatan bertani dengan hionik agar lebih modern hasilnya juga sangat bagus dan tidak memerlukan lahan yang cukup besar dirumah saja bisa.

Kedepan sayuran yang kita panen akan dipacking terlebih dahulu baru dipasarkan, sementara pembelinya dari wali murid yang menjemput anaknya dan ada juga guru-guru yang memposting lewat sosial media untuk dijual.

“Harga sayuran hionik sendiri masing-masing yaitu sayuran sawi dijual dengan harga Rp5.000,00 per packing 200gr kalau per kilonya dijual Rp18.000,00 dan sayuran selada dijual dengan harga Rp5.000,00 per packing kalau per kilo dijual Rp30.000,00,” ujar dia. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: