Studi Banding ke Bandung, Inggit Ingin Rintis SKB di Kota Pekalongan

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Sebagai upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Pekalongan, Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pendidikan setempat telah melaksanakan Studi Banding, Kaji Terap di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bandung, Kamis (18/11/2021). 

Dalam kegiatan tersebut, sebagai perwakilan Pemertintah Kota Pekalongan turut hadir istri Walikota Pekalongan Inggit Soraya Selaku Bunda PAUD Kota Pekalongan, Kepala Bidang PAUD dan PNF, Sherly Imanda Hidayah, Kepala Bidang PTK, Ahmad Husni, dan Pengawas TK Dinas Pendidikan Pekalongan, Julaekha. Kemudian hadir sebagai tuan rumah Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, Ketua SKB Kota Bandung, Neni Jujuk serta tamu undangan lainnya.

Bunda Paud Kota Pekalongan Inggit Soraya melakukan Studi Banding, Kaji Terap di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bandung, Kamis (18/11/2021). (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Pada kesempatan tersebut, Bunda Paud Kota Pekalongan Inggit Soraya menyampaikan mengenai dua indikator utama guna meningkatkan IPM dan yang menjadi capaian kinerja pendidikan yaitu angka harapan lama sekolah dan angka rata-rata lama sekolah. 

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Pekalongan berencana mendirikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai upaya peningkatan IPM di Kota Pekalongan. SKB merupakan satuan pendidikan nonformal yang kehadirannya sangat penting dan strategis dalam kerangka pemberian layanan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan belajar masyarakat. 

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah selesai studi banding di SKB Kota Bandung, tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada SKB Kota Bandung sudah menerima kunjungan kami dan berkenan menjelaskan secara detail dan sharing, mudah-mudahan ilmu yang didapat dari sini nanti bisa diterapkan di Kota Pekalongan,” kata Inggit. 

Inggit menerangkan bahwa Kota Pekalongan sendiri saat ini memang belum terealisasi adanya SKB. Namun, ia menekankan Kota Pekalongan sudah mulai menyusun rencana dan mulai merintis beberapa upaya agar SKB dapat segera terealisasi di Kota Pekalongan. 

Lebih lanjut, Inggit menjelaskan sebenarnya SKB sudah diwajibkan tetapi di pekalongan belum tersealiasi.

“Harapannya ada dukungan pak wali kota untuk membentuk peraturan walikota (PERWAL) adanya SKB di kota pekalongan, sehingga diharapkan mampu membantu anak-anak putus sekolah dan  meminimalisir anak-anak putus sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, Neni Jujuk selaku Ketua SKB Kota Bandung merasa senang dan bangga dan mengucapkan terimakasih atas kesediaan Bunda PAUD Kota Pekalongan beserta Jajaran Dindik Kota Pekalongan yang sudah berkenan hadir.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Bunda PAUD Kota Pekalongan sudah berkenan hadir ke SKB Kota Bandung,  mudah-mudahan apa yang didapatkan dari kami bisa bermanfaat untuk pelaksanaaan pendirian SKB di Kota Pekalongan,” tutup Neni. (BP/mif)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: