BRI Liga 1: Menunggu Gebrakan Stefano Lilipaly di Bali United

BERITAPANTURA.id, DENPASAR – Striker Bali United, Ilija Spasojevic, menyandang status sebagai satu di antara top skorer BRI Liga 1 2021/2022 dengan tujuh gol. Tak hanya Spasojevic, Melvin Platje dan Eber Bessa juga sudah mencetak gol perdana di liga.

Lalu kapan Stefano Lilipaly bisa membuka keran golnya bersama Tim Serdadu Tridatu pada musim ini? Jawabannya adalah menunggu waktu. Mungkin itu yang ada dalam benak pelatih Bali United, Stefano Teco Cugurra, saat ini.

Striker Bali United, Stefano Lilipaly saat melawan Persita Tangerang dalam laga matchday ke-3 Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021). Bali United bermain imbang 1-1 dengan Persita. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sebenarnya, pemain yang akrab disapa Fano itu berhasil mencetak gol perdana saat menghadapi Persipura Jayapura pada pekan ke-11 BRI Liga 1. Namun, saat itu golnya dianulir karena lebih dulu terjebak offside.

Teco ketika ditanya mengenai performa Fano musim ini memang enggan menjawab. Tetapi, dia mengakui jika Fano beberapa kali absen. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat performa sang pemain belum begitu moncer pada musim ini.

“Ada beberapa pemain tahun ini termasuk Fano yang punya banyak masalah pribadi. Waktu punya masalah pribadi, mereka tidak ikut latihan dan tidak bisa main. Ini pasti ganggu ketika Bali United tidak lengkap,” terangnya Sabtu (13/11/2021).

Sebenarnya posisi ideal Fano adalah gelandang serang. Itu menurut pengakuan ayah dua anak tersebut beberapa tahun lalu. Mungkin sampai sekarang pun, mantan pemain SC Telstar tersebut masih senang jika dimainkan sebagai pemain nomor 10.

Akan tetapi, Teco lebih banyak memainkannya sebagai wide attacker. Dia beranggapan Fano adalah pemain yang bisa ditempatkan di mana saja tergantung kebutuhan tim seperti gelandang serang atau penyerang sayap.

“Fano bisa main di depan atau di tengah. Kami perlu lihat Bali United butuh apa agar dia bisa bantu tim. Dia beberapa kali latihan di beberapa posisi,” ujar Teco

“Pada tahun-tahun sebelumnya situasi sama. Dia main sebagai gelandang serang atau di depan,” ungkap pelatih berpaspor Brasil tersebut.

Performa Fano dalam delapan pertandingan sebenarnya tidak bisa dikatakan buruk tetapi tidak bisa dikatakan mentereng juga.

Dalam delapan pertandingan, Fano baru mengemas satu assist dan bahkan hanya melesakkan empat tembakan tepat sasaran dari delapan kali percobaan.

Selain itu, dia baru membukukan 126 operan sukses dari 167 kali percobaan operan. Dari segi pertahanan, Fano sejauh ini membuat tiga tekel, lima intersep, dan enam pelanggaran. (BP/wan)

Sumber: https://www.bola.com/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: