Industri Suling Juara Pertama, Bupati Pemalang Raih Penghargaan Java Investment 2021

BERITAPANTURA.id, PEMALANG – Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo didampingi Kepala DPMPTSP Kabupaten Pemalang Khaeron dan Kepala Bappeda Kabupaten Pemalang Supa’at menerima penghargaan Java Investment 2021 pada acara Java Investment business forum yang di selenggarakan oleh DPMPTSP Provinsi Jateng bekerjasama dengan Bank Indonesia Jateng di salah satu hotel di Semarang, Rabu (10/11/2021),.

Penghargaan juara pertama central Java potential Investment Challenge 2021 ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala KPW Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Pribadi Santoso, Plt Kepala Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementrian Investasi/BKPM RI.

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo menerima penghargaan Java Investment 2021 pada acara Java Investment business forum di salah satu hotel di Semarang, Rabu (10/11/2021),. (Foto: Diskominfo Pemalang)

Usai menerima penghargaan, Bupati Agung mengucapkan syukur alhamdulillah, ini suatu yang luar biasa dan apresiasi kepada semua pihak yang sudah mendukung dan membantu sehingga bisa mendapatkan juara satu.

Bupati berharap dengan meraih juara pertama ini, bukan sekedar retorika atau sebuah teori tetapi prakteknya, kita bisa pro investasi, membuka investasi dan banyak investasi yang masuk ke Pemalang, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pemalang.

“Dengan juara satu ini bukan sekedar retorika atau sebuah teori tetapi prakteknya, kita bisa pro investasi, membuka investasi dan banyak investasi yang masuk ke Pemalang, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pemalang,” ujar Mas Agung, sapaan akrabnya.

Mas Agung mengaku produk penyulingan melati yang berlokasi di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami ini memang belum menjadi produk unggulan namun dengan adanya investasi ini, para petani melati mendapat angin segar untuk dapat diberdayakan secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Walaupun produk suling melati belum menjadi prodak unggulan tetapi dengan adanya investasi ini, maka petani petani melati diberdayakan secara optimal”, imbuh Mas Agung.

Selain itu, dengan adanya pembangunan penyulingan ini, akan memicu juga peningkatan harga, dan kesetabilan harga, sehingga diharapkan dapat mendatangkan peminat usaha melati semakin banyak.

Sementara untuk prodak unggulan Pemalang lainya Mas Agung mengaku sudah berupaya mendorong semua produk–produk Pemalang baik itu nanas madu maupun juga produk dan potensi lainnya yang ada di Kabupaten Pemalang.

“Dan salah satunya untuk nanas madu Pemalang kami sudah mendaftarkan di indikasi gegrafis harapanya ini menjadi suatu kekuatan tersendiri untuk mempromosikan dan juga meningkatkan produktivitas termasuk juga kesejahteraan masyarakat dan dorongan para investor untuk masuk ke Pemalang,” pungkasnya. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: