Menuju Kampung Keluarga Berkualitas yang Mandiri dan Paripurna

BERITAPANTURA.id, DEMAK – Sesuai dengan tagline BKKBN di tahun 2019 branding dari BKKBN adalah Kampung Keluarga Berencana, kini berubah menjadi kampung Berkualitas. 

Banyak argumen yang melihat dari sisi agama dalam kampung KB ini, ada yang setuju dan tidak setuju. Namun demikian pendapat maupun penilaian kembali kepada publik masing masing. 

Kabid P2PP Dinpermasdes P2KP kabupaten Demak Sukardjo menjadi narasumber bincang siang di RSKW FM bersama Plt Sekdin Dinpermasdes P2KP Ungguh Prakoso, Jumat (05/11/2021). (Foto: Diskominfo Demak)

Kabid P2PP Dinpermasdes P2KP kabupaten Demak Sukardjo mengatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat desa melalui keluarga.

“Karena ini keluarga, dimana keluarga itu komplek di antara ayah, ibu, anak, cucu, saudara, kakek dan nenek,” jelasnya, saat menjadi narasumber bincang siang di RSKW FM bersama Plt Sekdin Dinpermasdes P2KP Ungguh Prakoso, Jumat (05/11/2021). 

Sukardjo menjelaskan bahwa terkait beberapa kriteria yang ada dalam kampung KB itu sendiri.

“Sebenarnya awalnya ada beberapa kriteria yaitu daerah yang sulit maju, daerah yang sulit bagi masyarakat untuk pemberdayaannya, miskin, termasuk di daerah bantaran sungai yang sdm nya terbelakang,” ungkapnya.

Sehubungan dengan beragam opini dari publik, Plt Sekdin Dinpermasdes P2KP Ungguh Prakoso menyampaikan bahwa pihaknya akan mencoba memberi pandangan yang setuju,

“Pendapat yang setuju tentang pelaksanaan KB berdasar dalam Al-Qur’an, QS. An-Nisa’ Ayat 9 Yang memiliki arti “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” terangnya.

Ungguh menambahkan, pengertian yang lemah pada ayat tersebut mempunyai makna lemah secara fisik biologis, mental psikologi, mental spiritual, mental ekonomi pendidikan dan ketrampilan.

 “Jadi intinya, di samping kita menyiapkan generasi dalam kualitas yang banyak, kuantitas yang banyak, kualitasnya perlu diperhatikan,” pungkasnya. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: