Rampung, Jalur Penghubung Antardesa di Kesesi Permudah Mobilitas Warga

BERITAPANTURA.idPEKALONGAN – Masyarakat Kabupaten Pekalongan kini bisa menikmati jalan penghubung antara ruas jalan provinsi dengan jalan lingkar, dari Kesesi sampai ke Bojong. Jalan sepanjang 3.028 meter dan lebar empat meter tersebut selesai dikerjakan tepat waktu, dengan alokasi anggaran hampir Rp7 miliar.

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menegaskan, rekonstruksi jalan penghubung antara desa Kaibahan, Watupayung, dan Krandon di Kecamatan Kesesi tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp6.639.114.289.

(Foto: Diskominfo Kabupaten Pekalongan)

Fadia berharap, keberadaan jalan tersebut dapat mempermudah mobilitas masyarakat.

”Jadi memang saya gempur habis untuk jalan harus halus semua, supaya masyarakat bisa menikmati kelayakan fasilitas jalan seperti yang lainnya. Dan dengan hal tersebut, semoga saja tidak ada kecelakaan lagi, tidak ada lagi namanya orang mau berdagang yang kesusahan karena jalannya rusak,” kata Bupati Fadia saat meresmikan jalur tersebut, beberapa hari lalu.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk turut menjaga jalan tersebut.

”Saya juga meminta ini nggak main-main karena anggarannya itu mencapai Rp7 miliar. Jadi, saya meminta masyarakat untuk menjaga jalan yang sudah dibangun ini. Apabila ada oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi akan merusak jalan harap lapor ke aparat setempat supaya bisa ditindak tegas,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjeaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto, menuturkan, rekonstruksi poros jalan Kaibahan-Watupayung-Krandon dilakukan secara maksimal, dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang persyaratannya relatif rumit.

“Jalan ini dikerjakan dengan cukup paripurna. Artinya, konstruksinya juga dua lapis, sebagian (medan jalan) yang tergenang juga diatasi dengan saluran, sehingga (pemanfaatan) dana tersebut bisa tuntas dari ujung ke ujung,” ungkapnya.

Camat Kesesi, Ajid Suryo Pratondo, mengisahkan, sebelum diperbaiki, ruas jalan tersebut sering menyebabkan kecelakaan.

”Dahulu jalan itu merupakan jalan desa, tetapi sudah kita usulkan dengan kesepakatan tiga kepala desa untuk menjadi jalan kabupaten. Alhamdulilah sudah disetujui, sehingga pada tahun ini bisa dilaksanakan pembangunan yang full dari ujung Kaibahan sampai ujung Krandon,” beber Ajid.

Sementara itu, salah satu warga Desa Watupayung, Rasmun, mengungkapkan rasa syukur dan senangnya atas rekonstruksi jalan tersebut.

”Saya sangat bersyukur jalan ini bisa dibangun dan sudah halus sekarang. (Kondisinya) tidak seperti dulu yang rusak karena dilalui oleh truk-truk besar,” tuturnya. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: