Selaraskan Program, Walkot Pekalongan Tekankan Sinergi Semua Pihak

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pemerintahan dan Pembinaan Kewilayahan guna menyelaraskan program pembangunan sesuai visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 Kota Pekalongan, di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa (14/09/2021).

Kegiatan diikuti oleh para camat, lurah, LPM, BKM, tokoh masyarakat dan PKK se kecamatan Pekalongan Barat dan Utara.

Rapat Koordinasi Bidang Pemerintahan dan Pembinaan Kewilayahan guna menyelaraskan program pembangunan sesuai visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa (14/09/2021). (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Dalam arahannya, Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa untuk mewujudkan visi misi Kota Pekalongan yakni lebih sejahtera, mandiri, dan berbudaya dengan nilai-nilai religius diperlukan koordinasi dan sinergi semua pihak. Termasuk catur pilar pembangunan serta di dukung RT/RW dan masyarakat.

“Hari ini koordinasi dengan camat, lurah, dan catur pilar Kecamatan Pekalongan Barat dan Utara. Kami sampaikan visi misi dan RPJMD melalui berbagai program baik di bidang kesehatan, ekonomi hingga pelestarian budaya dan kearifan lokal. Harapannya semuanya bisa bersinergi,” ungkap Walikota Aaf sapaan akrabnya.

Aaf menambahkan, peran catur pilar sangat strategis dalam menjalankan fungsi-fungsi dan stabilitas pemerintahan dan kewilayahan.

Di masa pandemi ini, berbagai upaya dalam rangka penanganan Covid-19 dilakukan seperti penerapan PPKM hingga percepatan pemulihan ekonomi.

Aaf juga mengajak untuk tetap disiplin protokol kesehatan agar kasus Covid-19 tidak kembali meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Aaf juga melakukan diskusi dan menggali aspirasi dari masyarakat. Salah satunya yakni terkait dengan penanganan banjir dan rob. 

“Saat ini kami terus mengejar program visi misi dan RPJMD. Pembangunan alhamdulilah sudah berjalan untuk penanganan rob dan sebagainya. Karakter banjir di Kota Pekalongan ada dua yakni banjir rob dan banjir air hujan. Sehingga penanganannya pun berbeda. Seperti, penanganan banjir air hujan dilakukan dengan pembangunan tanggul, untuk air yang tidak bisa keluar ini akan kami sedot. Hal-hal teknis seperti itu yang kami jelaskan,” terangnya. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: