Pertahankan Rumah Adat untuk Penambah Khazanah Wisata

BERITAPANTURA.idJEPARA  – Keberadaan rumah adat dari berbagai suku yang ada di Karimunjawa itu akan dijadikan destinasi wisata unggulan selain keindahan alam. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berupaya mempertahankan keberadaan rumah-rumah adat tersebut guna menambah khazanah pariwisata yang ada.

“Kita berkomitmen untuk tetap mempertahankan rumah-rumah adat di kepulauan Karimunjawa. Selain untuk melestarikan, mempertahankan rumah-rumah adat dapat dijadikan destinasi wisata disini,” kata Bupati Jepara Dian Kristiandi saat mengunjungi perkampungan Suku Bugis di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Minggu (12/9/2021).


Bupati Jepara Dian Kristiandi saat mengunjungi perkampungan Suku Bugis di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Minggu (12/9/2021). (DOK. Diskominfo Jepara)

Andi menambahkan, Karimunjawa ibarat miniatur Indonesia.  Ada beragam suku, mulai dari Suku Bugis, Madura, Jawa, Bajo, dan Mandar. Setiap suku itu tetap hidup dengan identitas kesukuan masing-masing. Salah satu identitas yang masih kentara adalah rumah adat.

“Saat ini rumah adat di Karimunjawa ini tinggal sedikit. Ini jangan sampai kita biarkan. Nanti kalau sudah hilang, kita akan kehilangan khazanah budaya luhur,” imbuh Andi.

Tak dapat dipungkiri, lanjut Andi, rumah adat Bugis di Karimunjawa kian menipis. Perkampungan rumah adat Bugis di kepulauan Karimunjawa banyak dijumpai di Pulau Kemujan. Jika keberadaan rumah adat dapat dipertahankan, itu bisa dijadikan obyek wisata. Sehingga, obyek wisata di Karimunjawa akan lebih variatif. 

“Rumah-rumah adat ini nanti pasti akan menjadi suguhan wisata tersendiri bagi wisatawan,” kata Dian.

Salah satu upaya mempertahankan rumah adat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dimana pemerintah kabupaten berkomitmen untuk tetap membangunkan rumah masyarakat berdasarkan suku masing-masing. Harapannya, masyarakat tetap bisa memiliki rumah layak huni dan tetap sesuai dengan identitas kesukuan masing-masing.

“Misalnya nanti ada rumah panggung yang masuk dalam program RTLH, kita akan bangun  dengan tetap menjadi rumah panggung. Jika ada keharusan untuk membuat regulasi khusus, saya akan buatkan. Yang penting rumah adat harus tetap masih ada,” kata Andi. (BP/mif)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: