Menuju 100 Smart City, Pemkot Pekalongan Ikuti Tinjauan Lapangan

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mengikuti kegiatan Tinjauan Lapangan Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilaksanakan secara daring di Ruang Amarta setda setempat, Kamis (27/5/2021). Acara yang digelar oleh Kementerian Kominfo tersebut akan berlangsung selama dua hari ke depan.

Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan terima kepada Kementerian Kominfo RI yang sudah mempercayakan Kota Pekalongan menjadi salah satu kota menuju Smart City.

Pemerintah Kota Pekalongan mengikuti kegiatan Tinjauan Lapangan Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilaksanakan secara daring di Ruang Amarta setda setempat, Kamis (27/05/2021). (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Menurut Aaf, sapaan akrabnya menyebut konsep smart city membuat layanan pemerintah dapat lebih cepat, serta berdampak kepada masyarakat. Konsep ini bukan hanya semata-mata tentang teknologi saja, namun cara berfikir dan pola hidup masyarakat sehari-hari dapat berpengaruh terhadap perwujudan smart city.

Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas daerah dan daya saing ekonomi. Sehingga, dalam mewujudkan smart city (Kota Pintar), tentu kita tidak bisa bergerak sendiri, perlu sinergi semua unsur, mulai pemerintah, legislatif, ekskutif, Forkopimda, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Kita selalu berkomitmen melaksanakan program Smart City dengan sungguh-sungguh. Mudah-mudahan kita bisa memenuhi implementasi Smart City yang diharapkan dan dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah namun juga masyarakat” terang Aaf.

Sementara Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini menyampaikan bahwa Kota Pekalongan masuk dalam 100 kabupaten/kota menuju smart city sejak tahun 2018.

“Kegiatan dilaksanakan dua hari yakni 27-28 Mei. Untuk hari pertama, paparan terkait manajemen resiko, pengisian kuesioner dan persiapan evaluasi smart city yang rencananya akan dilakukan tiap semester. Semester I akan dimulai pada bulan Juni dan semester II bulan November,” papar Anita.

Anita berharap, Smart city diharapkan dapat membantu solusi permasalahan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Sehingga tercipta kualitas hidup masyarakat yang meningkat.

Ditambahkan, lanjut Anita, Program Gerakan Menuju 100 Smart City bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.

“Kami juga berharap peran masyarakat tidak hanya pada saat perencanaan dan pengawasan program saja. Tetapi juga pada saat pelaksanaan dan pemeliharaan dari program kegiatan,” imbuhnya.

Terkait program cepat (quick win), ada enam dimensi yang diimplementasikan di Kota Pekalongan menuju 100 smart city yakni Smart Governance yakni aplikasi Sakpore di DPMPTSP, Smart Branding menampilkan batik fusion yakni hasil lomba motif sarung batik dan lomba desain busana batik pandemic style serta kegiatan pentas seni virtual yang digelar tahun 2020 lalu.

Kemudian Smart Economy yakni pemanfaatan loka pasar batik melalui WhatsApp, Smart Living terkait akselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sokorejo. Selain itu, Smart Society yakni pelaksanaan pembelajaran daring di SMPN 14 Pekalongan, dan Smart Environment terkait MCK adaptif di kelurahan Bandengan. (BP/wan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: