Bupati Kudus : Jalin Komunikasi Lewat Tarawih dan Silaturohim Bersama

BERITAPANTURA.idKUDUS – Aspirasi masyarakat sangat berarti dalam menentukan suatu kebijakan. Kritik dan saran masyarakat menjadi acuan agar program tepat sasaran. Hal tersebut juga diamini Bupati Kudus Hartopo.

Pihaknya menyampaikan tarawih keliling menjadi ajang dalam menjalin kedekatan sekaligus menampung aspirasi dari masyarakat. Terutama dari jemaah Masjid Roudlotul Jannah Desa Lau Kecamatan Dawe yang tarawih pada Rabu, (28/04/2021).

Bupati Kudus Hartopo saat tarawih keliling Masjid Roudlotul Jannah Desa Lau Kecamatan Dawe, Rabu, (28/04/2021). (Foto: kudusnews.com)

“Alhamdulillah, kali ini saya bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Lau. Semoga silatuurahiim selalu terjalin dengan baik,” ucapnya.

Tak hanya itu, Hartopo juga menyerahkan bantuan hibah sarpras peribadatan dan pendidikan keagamaan, pentasyarufan penerima manfaat baznas berupa pembangunan masjid. Kemudian santunan fakir miskin penerima mustahiq zakat  kepada 234 orang se-Kecamatan Dawe, masing-masing menerima 200 ribu rupiah. Juga santunan kepada 386 anak yatim/piatu se-kecamatan Dawe,  masing-masing  mendapatkan 250 ribu rupiah. Hartopo berharap sedikit bantuan kecil dari Pemerintah Kabupaten Kudus dapat memberikan manfaat.

“Meskipun sedikit, kami harap bantuan tersebut dapat bermanfaat,” ujarnya.

Meskipun tahun ini terdapat refocusing untuk penanganan Covid-19, Hartopo memastikan tidak ada pemangkasan dalan dana bantuan. Pasalnya, bantuan tersebut merupakan program prioritas Pemkab Kudus. Pihaknya justru akan berupaya untuk terus menambah nominal dan penerima tahun depan. 

Hartopo juga mengapresiasi seluruh kepala desa yang telah mendampingi para anak yatim/piatu dalam meraih cita-cita. Pihaknya berjanji akan terus menyemati para anak yatim/piatu untuk semangat dalam mengejar impian bersama para kepala desa.

Dalam kesempatan itu Hartopo juga  menjelaskan bahwa saar ini Kecamatan Dawe termasuk zona aman Covid-19. Namun, pihaknya meminta agar masyarakat di  Kecamatan Dawe tak kendor dan tetap menjalankan protokol kesehatan.Lebih utama   para pelaku usaha agar tetap patuh sehingga tidak menjadikan klaster baru. 

“Walaupun saat ini aman, kita harus tetap waspada. Ingat kasus di India yang berawal dari ketidakspilinan menjalankan protokkl kesehatan. Tetap disiplin, semoga semua warga Dawe selalu sehat,” paparnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: