Kenalkan Produk UMKM, BI dan Pemprov Jateng Gelar Pameran Hybrid di Singapura dan Semarang

BERITAPANTURA.id, SEMARANG – Sebanyak 52 UMKM asal Jawa Tengah mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dalam UMKM Gayeng 2021. Acara pameran dilaksanakan di dua tempat sekaligus. Sebanyak 28 UMKM berpameran di Mal Paragon Semarang, sedangkan 24 UMKM membuka booth penjualan di Suntec City Mall Singapura guna menjemput calon pembeli dari mancanegara.

Puluhan kriya dan kudapan bikinan UMKM Jawa Tengah juga turut dipamerkan Singapura. Terobosan ini, merupakan ikhtiar Pemprov Jawa Tengah bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jateng serta Kedutaan Besar RI di Singapura, untuk menggenjot penjualan produk ke mancanegara.

(Foto: Diskominfo jateng)

Bertajuk “UMKM Gayeng Monco Negoro: Artisan Jawa Tengah Go Internasional”, acara ini tidak hanya bertempat di Atrium Mall Paragon Semarang (28 April-2 Mei 2021). Acara yang sama juga dihelat di Suntec City Mall Singapura, dari 16 April sampai 23 Mei 2021. Pameran tersebut juga bisa dikunjungi secara virtual, melalui bit.ly/gayeng2021.

Kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah itu, bertujuan untuk menggairahkan penjualan produk UMKM, terutama untuk menembus pasar ekspor.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik upaya BI Perwakilan Jawa Tengah ini. Menurutnya, pameran yang dilakukan merupakan rangkaian ikhtiar oleh berbagai pihak untuk menumbuhkan bisnis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi negara.

Ganjar mengatakan, Pemprov Jateng tiada henti menyokong perkembangan UMKM.

“Kalau lihat kesiapan, sudah siap. Beberapa kali kita punya event dengan BI, OJK, BUMN dan BUMD, kami ucapkan terima kasih. Kita membuat event pelatihan, pameran UMKM virtual expo. Kita juga  mendorong mereka berprestasi menjual produk tak hanya di Jateng tapi luar negeri,” paparnya.

Kepala Perwakilan BI Jateng Pribadi Santoso mengatakan, Singapura dipilih karena memunyai reputasi sebagai hub (bandar penghubung) perdagangan di Asia. Selain itu, permintaan produk kriya, utamanya home decor di Negara Singa, cukup tinggi.

“Singapura adalah hub perdagangan yang sangat penting di Asia, sehingga dapat membuka akses bisnis bagi UMKM,” ujarnya saat membuka acara pameran, Rabu (28/04/2021).

Pribadi menmbahkan, lima hari pertama pameran di Suntec sudah dikunjungi 300 pengunjung lebih, juga memberikan transaksi langsung dan preorder. Beberapa rekan UMKM yang mendapatkan enam sampai tujuh transaksi preorder. Minat beli terbanyak ada di home decoration dan fesyen. Yang paling laku laku adalah handy craft, termasuk bebek kecil yang lucu-lucu.

“Permintaan untuk home decor ini juga sangat tinggi, tidak hanya di Singapura, tapi juga di tempat lain seperti Australia,” imbuhnya.

Ditambahkan, pelaksanaan promosi tersebut selaras dengan  perkiraan kondisi pemulihan ekonomi global yang mulai terakselerasi. Harapannya, pameran ini dapat menyerap produk UMKM Jateng dan momentum kami mengangkat penjualan UMKM secara optimal.

Adapun, kegiatan di Singapura dan Semarang diikuti sekitar 52 UMKM. Yang terdiri dari produk fesyen, food and bevereages, craft, furnitur, dan home decoration. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: