Dindik Kota Pekalongan Tambah 14 SMP Untuk Uji Coba PTM Tahap II

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat akan memperluas jumlah satuan pendidikan yang menjalani Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahap II pada Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP) yang rencananya digelar mulai 26 April-7 Mei 2021 mendatang.

Kepala Dindik Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang SMP,Slamet Mulyadi mengungkapkan bahwa, usai satu sekolah di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu SMP Negeri 3 Kota Pekalongan telah menjadi salah satu pilot project uji coba PTM tahap I di Kota Pekalongan pada 5-16 April 2021 lalu.

Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan

Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menyiapkan 14 sekolah tambahan di tingkat SMP untuk menggelar uji coba PTM Tahap II dari 16 SMP yang telah mengikuti simulasi tatap muka sebelumnya.

Untuk PTM sendiri,Dindik Kota Pekalongan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya,untuk SMP Negeri 3 Kota Pekalongan yang telah menggelar uji coba PTM tahap I sudah dilakukan evaluasi secara daring bersama Pemerintah Provinsi pada tanggal 19-23 April 2021

“Alhamdulillah berdasarkan hasil evaluasi tersebut, uji coba PTM tahap I kemarin lancar, sampai hari ini tidak ada kendala dan belum ada laporan masuk mengenai warga sekolah yang terpapar Covid-19,” ujar Slamet saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (22/4/2021).

Oleh karenanya, lanjut Slamet, di SMP Negeri 3 dimungkinkan masuk dalam tahap ketiga yaitu perluasan uji coba tahap I untuk penambahan jumlah siswa, dan ada penambahan sekolah-sekolah yang tadinya telah menggelar simulasi.

“Rencana mulai Hari Senin besok (26/04/2021) sudah bisa melakukan uji coba PTM tahap II di 14 SMP, sementara dua SMP ditunda karena belum memenuhi syarat uji coba PTM yang nantinya akan diikutsertakan dalam PTM kloter selanjutnya,” imbuhnya.

Slamet menyebut, dari 14 SMP yang diizinkan menggelar uji coba PTM tahap II tersebut dinilai siap dan memenuhi persyaratan diantaranya semua guru dan kepala sekolah sudah divaksin, tidak adanya warga sekolah yang terpapar Covid-19, dan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan telah memadai serta sudah adanya persetujuan wali murid/orangtua siswa.

Dalam mekanisme pembelajaran uji coba PTM tahap II nanti, lanjutnya, prosentase kehadiran siswa di kelas maksimal 50 persen dari kapasitas sekolah dan dalam sehari akan diisi 4 mata pelajaran (mapel) dimana setiap mapel berdurasi 30 menit tanpa istirahat.

“Estimasi pembelajaran berarti sekitar 2 jam tanpa istirahat. Jadi pembelajaran tetap kombinasi yaitu daring dan luring. Terkait dengan pembelajaran uji coba PTM ini kami tetap berpedoman pada kebijakan SKB 4 menteri  yaitu adanya sistem rotasi dimana sekolah mengatur berapa prosentase kehadiran siswa yang masuk,maksimal 50 persen dari kapasitas sekolah, mendapat persetujuan dari orang tua maupun wali murid. Disamping itu,guru juga tetap melakukan PJJ karena durasinya masih singkat,sehingga kewajiban guru untuk melakukan PJJ melalui media-media elektronik lainnya,” tandasnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: