Evaluasi Hasil Uji Coba PTM, Guru dan Peserta Didik Jalani Rapid Test Antigen Acak

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Usai pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Pekalongan berakhir besok (16/04/2021), Dinas Kesehatan setempat bakal melakukan rapid test antigen di lima sekolah yang menjadi sekolah percontohan uji coba PTM.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto usai mendampingi Walikota Pekalongan meninjau pelaksanaan uji coba PTM di SMP Negeri 3 Kota Pekalongan, Kamis (15/04/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto saat ditemui awak media usai mendampingi Walikota Pekalongan meninjau pelaksanaan uji coba PTM di SMP Negeri 3 Kota Pekalongan, Kamis (15/04/2021). (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Menurut Budi, pelaksanaan rapid test dengan metode sampling atau acak ini akan menyasar guru maupun peserta didik. Pelaksanaan antigen secara acak dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan uji coba PTM sesuai protokol kesehatan, berjalan dengan baik. Sekaligus menjadi bahan evaluasi PTM selanjutnya. 

“Sebagai salah satu bentuk evaluasi PTM selanjutnya,kami akan melaksanakan rapid test antigen bagi sekolah-sekolah yang sudah melakukan uji coba PTM yakni SMA Negeri 1 Pekalongan, MAN 1 Pekalongan, SMK Negeri 2 Pekalongan, SMP Negeri 3 Pekalongan, dan MTS Azzaky Pekalongan,” terang Budi.

Lebih lanjut, Budi menuturkan dalam pelaksanaan rapid test antigen tersebut akan ada sebanyak 25 perwakilan dari masing-masing sekolah penyelenggara uji coba PTM yang telah ditunjuk secara acak yakni terdiri dari 15 orang siswa dan 10 orang guru.

Pihaknya menegaskan, di tengah wabah Covid-19 yang belum mereda ini, saat ini yang diperlukan adalah perilaku masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari dan mencegah penularan Covid-19.

“Saat ini yang diperlukan adalah perilaku masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19 yang belum berakhir ini. Bahkan,dalam 2 minggu terakhir ini,Kota Pekalongan mengalami sedikit peningkatan kasus. Pasalnya, masyarakat kini sudah merasa sedikit abai dengan protokol kesehatan,sehingga mereka tidak menyadari bahwa di luar sana kasus Covid-19 ini masih ada dan mereka bisa saja terpapar jika tidak mengindahkan protokol kesehatan yang ada,” beber Budi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso membenarkan adanya sampling rapid test antigen bagi guru maupun peserta didik.

Hingga saat ini, upaya pencegahan Covid-19 melalui program vaksinasi di lingkup pendidikan telah menyasar para guru TK dan PAUD, sementara untuk vaksinasi guru di tingkat SMP dan SMA sederajat hanya dilakukan di tingkat SMP yang masuk uji coba dan simulasi PTM

“Sampai hari ini pelaksanaan uji coba PTM belum ada kasus terkonfirmasi positif di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk, besok setelah uji coba PTM ini selesai akan dilakukan rapid test antigen bagi guru dan murid secara sampling dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” terang Soeroso.

Soeroso menambahkan murid dan guru ini di sekolah hanya 2 jam, selebihnya di luar sekolah baik di rumah maupun di lingkungan. Jangan sampai nanti malah mereka membawa kasus positif di sekolah sehingga timbul kasus positif di sekolah.

“Ini yang harus diantisipasi dan perlu dukungan bersama untuk memastikan mereka tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat dimanapun berada,” tandasnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: