Kapolres Jepara Bersama Dandim 0719 Jepara dan Forkopimda Hadiri Prosesi Buka Luwur

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Jepara Ke- 472, Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko, bersama Forkopimda Kabupaten Jepara mengikuti prosesi Buka Luwur, penggantian kain penutup makam Sultan Hadlirin atau Sunan Mantingan dan Ratu Kalinyamat, Jumat Sore (09/04/2021).

Prosesi buka luwur tetap digelar meski di bawah ancaman Covid-19. Berbagai protokol kesehatan pun tetap diberlakukan, termasuk pembatasan jumlah peserta. Buka Luwur Makan Sunan Mantingan merupakan tradisi setiap tahun dalam meyambut Hari Jadi Kota Jepara.

Prosesi Buka Luwur. (Foto: Humas Polres Jepara)

Prosesi buka luwur atau mengganti kain penutup makam Ratu Kalinyamat, Pangeran Hadlirin, R.A. Prodo Binabar, Dewi Wuryan Retnowati, dan Raden Abdul Jalil dilaksanakan secara khidmat, terbatas dan tetap memakai protokol kesehatan.

Acara diawali dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim piatu, kemudian dilanjutkan dengan penggantian luwur dan berdoa bersama di kompleks Makam Mantingan. 

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, jika sebelum adanya pandemi Covid-19, perayaan hari jadi Jepara selalu digelar secara semarak dan meriah.

“Namun dalam dua tahun terakhir ini harus dilakukan secara terbatas, sederhana dan tetap mematuhi protokoler kesehatan,” ujar Andi, sapaan akrabnya.

Dalam prosesi buka luwur ini, lanjut Andi, merupakan suatu tradisi dan budaya yang setiap tahun dilaksanakan menjelang hari jadi Jepara. Dalam kegiatan ini juga mendoakan para tokoh dan leluhur Jepara yang telah menunjukkan pengabdian dan perjuangannya di masa itu.  

’Kami semua mendoakan semoga tokoh dan para leluhur Jepara ini mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya. Dan harapan kami di hari Jadi Jepara ke 472 ini, semoga kita semua diberikan jalan oleh Tuhan untuk mewujudkan masyarakat Jepara semakin sejahtera,’’ harapnya.

Ditambahkan, lanjut Andi, ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini, seluruh Kegiatan dalam menyambut ulang tahun Kabupaten Jepara memang dilaksanakan dengan sederhana namun khidmah, kegiatan dzikir dan doa bersama kita utamakan untuk memohon kehadirat Allah SWT agar warga Jepara dan Masyarakat Indonesia diberikan keselamatan dan wabah virus corona segera hilang dan negara pulih seperti sediakala. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: