Kembangkan Wisata Pantai Mahbang Jepara, KKN UNISNU Dorong Pokdarwis Harus Kreatif

BERITAPANTURA.idJEPARA – Pantai Mahbang di Desa Balong Kecamatan Kembang Jepara mulai berbenah dalam pengelolaan pariwisata. Ini di buktikan dengan penataan area pantai, serta menempatkan gazebo dan beberapa arena permainan anak di bibir pantai.

Para pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) pun mulai berbenah dengan mendapat pembinaan dan sosialisasi dari Dinas Pariwisata terkait. Bahkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISNU Jepara turut mendorong pengembangan potensi pariwisata di pantai yang terkenal dengan tanahnya yang merah.

Salah satu spot View pantai di Lemah Abang Desa Balong Jepara.

Pantai Lemah Abang (Mahbang) merupakan pantai yang memiliki ciri khas bentuk tanah yang bewarna merah membentuk tebing-tebing. Pantai ini mempunyai keindahan alam yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Maka dari itu pemuda-pemuda di desa Balong membentuk organisasi Pokdarwis yang terdiri dari beberapa pemuda karang taruna dan berada dibawah naungan BUMDES Balong Kecamatan Kembang Jepara.

Ketua Pokdarwis Daviq, menceritakan bahwa selama ini pengelolaan Pantai Mahbang memang menjadi prioritas agar bisa dijadikan objek wisata baru di wilayah Balong. Meskipun sebenarnya masih terkendala akses jalan masuk yang bersinggungan dengan lahan milik PTPN, pengurus masih berkeinginan menjadikan pantai tersebut magnet bagi wisatawan.

Hal inipun tidak menjadikan niat pengurus Pokdarwis surut dan terus melakukan pembenahan, dan kali ini Mahasiswa KKN UNISNU kelompok 3 berkesempatan memberikan sosialisasi berkenaan dengan manajemen pengelolaan objek wisata.

Hadir menyampaikan materi beberapa dosen UNISNU diantaranya Noor Arifin, Fivin Bagus Septiya Pambudi, juga DPL KKN Eko Nur Fu’ad. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (7/3/2021) bertempat di Balai Desa Balong, turut dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari ketua Pokdarwis, ketua BUMDES, ketua beserta anggota karang taruna.

“Aspek yang ditunjukkan oleh pokdarwis disini sudah sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk kelegalannya, tinggal memberikan arahan dan pembinaan agar masyarakat paham betul teknis di lapangan sebagai pelaku wisata,” jelas Noor Arifin dalam materinya.

Selain itu, pembentukan pokdarwis ini pun punya misi memberdayakan pemuda desa agar lebih produktif memanfaatkan kreatifitasnya dalam mengangkat potensi wisata berbasis ekonomi rakyat.

“Kami berharap semangat para pemuda disini semakin hidup, untuk membenahi manajemen pengelolaan kawasan pantai disini, apalagi setelah ditutup lama karena pandemi covid-19,” ungkap Daviq.

Dalam waktu dekat, peserta KKN juga merencanakan  akan memberikan beberapa sarana prasarana yaitu papan petunjuk lokasi pantai, tempat duduk, dan spot foto. Harapan besar dari tim KKN dan Ketua Pokdarwis dapat memperindah lokasi dan menjadi daya tarik para pengunjung. (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: