18 Titik Jalan di Rembang Rusak, Kini Mulai Diperbaiki

BERITAPANTURA.idREMBANG – Banyaknya keluhan mengenai kondisi jalan rusak di Kabupaten Rembang kini mulai di respon oleh dinas terkait. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang mulai menggenjot pemeliharaan jalan kabupaten. Setidaknya ada delapan belas ruas yang segera ditangani. Mendukung program 100 hari bupati terpilih.

Infrastruktur jalan masih menjadi konsen, meski anggaran terbatas. Perbaikan jalan mulai timur, tengah dan barat telah dipetakan. Jalan merupakan prioritas utama dalam sektor pembangunan, dan menjadi aspirasi warga masyarakat.

Akses jalan di wilayah Kabupaten Rembang yang mengalami kerusakan, kini mulai diperbaiki.

Khusus mulai Krikilan sampai pantura akan dibantu PT BAG. Mengingat jalan disitu sebenarnya jalan kelas 3, maksimal tonase 8-10 ton. Sementara trailer pengangkut gas tonase 50-60 ton. Sehingga akan cepat rusak parah. “Kami telah MoU,” ungkap Kepala DPUTaru, Sugiarto

Beberapa rapat sering dilakukan. Mulai di ruangan Asisten II Sekda Rembang, DPU Taru Rembang. Disitu ada MoU. Terkait perawatan, pemeliharaan menjadi tanggung jawab BAG. Tetapi kalau sifatnya pembangunan, pelebaran, peningkatan tetap menjadi kewenangan DPU Taru. “Jadi diambil alih.

Tetapi kalau pengembalian, rehabilitasi, perbaikan menjadi semula tanggung jawab BAG,” imbuhnya

Menurutnya pemeliharaan tidak bisa masuk kesana. Karena nanti ada proyek Sekararum-Sumber. Kalau masuk kesana tumpang tindih. Nantinya OPD tersebut bisa terkena sama aparat fungsional. (dianggap dobel anggaran).

”Ini sedang kami proses perencanaannya. Kira-kira Mei atau paling cepat April dilelangkan. Sekararum-Sumber Rp 2,18 miliar,” jelasnya.

Hanya juga tidak bisa menyelesaikan secara tuntas. Kira-kira hanya 1 km. Namun paling tidak membantu. Upaya-upaya dilakukan. DPU Taru sudah koordinasi Direktur Rembang Migas Energi (RME) Zainul Arifin.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengharapkan masyarakat untuk bersabar. Terkait kerusakan infrastruktur jalan segera ditangani. Karena butuh proses, mulai teknis dari perencanaan dan lelang.

”Harus direncanakan, proses lelang. Pokoke rusak kudu didandani (kalau rusak harus diperbaiki). Masyarakat tidak mengetahui bagaimana mengelola negara. Namamnya perawatan harus dilelang, di atasp Rp 200 Juta. Tidak bisa menangani sebentar-sebentar. Butuh waktu tiga bulan. Proses lelang butuh waktu 41 hari. Belum perencanaan. Belum ke lapangan,” imbuhnya (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: