Padukan Data, Pemkab Kendal Dorong Stunting Bisa Tertangani

BERITAPANTURA.idKENDAL – Data stunting di Kabupaten Kendal harus terintegrasi dengan baik. Karenanya, perlu didukung oleh semua tenaga kesehatan di puskesmas.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Kendal Sulistiyo Ari Wibowo pada rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal di aula Hotel Sae Inn Kendal, Rabu (10/3/2021). Menurutnya, data yang valid merupakan kunci keberhasilan penurunan angka stunting.

Rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal di aula Hotel Sae Inn Kendal, Rabu (10/3/2021). (Foto : Diskominfo Kendal)

“Dinas Kesehatan Kendal harus mendata dengan baik, yang didukung oleh tenaga kesehatan di Puskesmas, sehingga nantinya dapat menjadi data valid. Karena data ini menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk penurunan stunting di Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Sulistiyo Ari berharap, sinergitas dari dinas terkait bisa saling men-support, sehingga stunting di Kabupaten Kendal akan cepat mengalami penurunan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh Toha menyampaikan, penanganan stunting merupakan salah satu program nasional dari Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan sumberdaya manusia.

Disampaikan, stunting bukan merupakan penyakit menular ataupun penyakit keturunan. Melainkan penyakit individu yang disebabkan oleh kekurangan gizi akut, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (I-EPK). Di mana ciri-ciri anak stunting, terlihat dari fisiknya mengalami gangguan penumbuhan yang menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang anak seusianya. Selain itu, sinap/simpul saraf otak anak yang mengalami stunting mengecil, sehingga berpengaruh pada kecerdasannya.

“Untuk itu, dalam rangka menekan angka stunting, bukan hanya menjadi tanggung jawab dari jajaran Dinas Kesehatan atau satu individu tersendiri. Melainkan perlu adanya dukungan dari semua pihak mulai dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah, camat, kepala desa, pelaku usaha, hingga elemen masyarakat lainnya,” jelas Moh Toha. (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: