Persahabatan Teman Sebaya Guna Cegah Kekerasan dan Bullying

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Dalam lingkungan sekolah, anak tak hanya mengenyam pendidikan. Disanalah anak belajar bersosialisasi dengan temannya. Terkadang, muncul problematika yang dapat mengguncang mental anak. Di sanalah, peran persahabatan dengan teman sebaya sangat penting sebagai dukungan moril anak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua GOW Kabupaten Kudus Mawar Hartopo dalam Workshop Peer Group Konsultan (PGK) Kabupaten Kudus tahun 2021 di Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Rabu (10/03/2021).

Ketua GOW Kabupaten Kudus Mawar Hartopo dalam Workshop Peer Group Konsultan (PGK) Kabupaten Kudus tahun 2021 di Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Rabu (10/03/2021). (Foto: kudusnews.com)

Mawar menyampaikan teman sebaya dapat menjadi tempat berkeluh kesah yang baik. Teman sebaya cenderung lebih memahami permasalahan karena fakta bahwa mereka selalu bersama di sekolah. Adanya kesamaan perasaan juga dapat mempengaruhi kedekatan dengan teman sebaya.

“Biasanya anak itu kalau ada masalah di sekolah cenderung mengungkapkan ke temannya. Tak bisa dipungkiri itu karena mereka selalu bersama di sekolah,” ucapnya.

Selanjutnya, tugas seorang guru untuk memperhatikan para murid di sekolah. Mawar Hartopo menjelaskan peran guru tidak hanya memberikan materi pembelajaran namun juga membentuk karakter anak di sekolah. Guru diminta peka terhadap kondisi kelas yang diajar sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan aman dan lancar.

Para guru juga sebaiknya mengetahui adanya kekerasan atau bullying di kelas, sehingga dapat memberikan solusi terbaik. Kenyamanan murid juga dinilai Mawar meningkatkan pemahaman materi pada anak.

“Sebaiknya guru selalu memperhatikan kondisi anak didiknya. Apakah situasi di kelas cukup kondusif untuk pembelajaran para murid. Saya memberikan apresiasi dan demangat untuk para guru yang berperan besar dalam mendidik para murid,” terangnya.

Jalinan kedekatan orang tua dengan anak juga harus terus dibangun. Hubungan anak dan orang tua juga mempengaruhi karakter seorang anak. Sekedar perhatian kecil sangat berarti untuk anak. Mawar bercerita dirinya masih sering menanyai anak laki-lakinya yang beranjak dewasa saat mau pergi.

Perhatian kecil tersebut untuk menunjukkan bahwa orang tua peduli kepasa sang anak. Jangan sampai anak melampiaskan ke tempat yang salah.

“Bagaimanapum keadaannya, orang tua harus terus berupaya menjalin kedekatan dengan anak. Limpahkanlah kasih sayang kepada anak-anak sehingga mereka tak melampiaskan ke tempat yang salah atau menyakiti orang lain,” pintanya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: