H.M. Hartopo minta IBI Kudus Sebagai Wadah Persatuan Organisasi

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo didampingi Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menghadiri acara Pembinaan Anggota IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Cabang Kabupaten Kudus di Muria Ballroom @Hom Hotel, Selasa (09/03/2021). 

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Cabang IBI Kabupaten Kudus Hj. Siti Nurwiyah, pengurus, serta para anggota IBI Kabupaten Kudus.  Pada kesempatan tersebut Plt. Bupati Kudus meminta agar pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) ke VIII yang akan diselenggarakan dapat berjalan lancar, damai, dan kondusif. 

Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo didampingi Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menghadiri acara Pembinaan Anggota IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Cabang Kabupaten Kudus di Muria Ballroom @Hom Hotel, Selasa (09/03/2021). (Foto: kudusnews.com)

“Saya harapkan agar seluruh anggota IBI cabang Kudus dapat melaksanakan pesta demokrasi dengan penuh tanggung jawab dan gotong royong dalam suasana yang kondusif dan harmonis,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Hartopo juga meminta agar semua anggota IBI cabang Kudus dapat memahami anggaran dasar atau anggaran rumah tangga (AD/ART) dalam suatu organisasi.   

“Karena memang berdasar dari aturan itu (AD/ART), diharap siapapun ketua terpilih nantinya dapat membawa IBI cabang Kudus lebih baik dan kondusif serta bertanggung jawab dan mampu melakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal, baik dengan organisasi, profesi, maupun masyarakat,” imbuhnya. 

Selain itu, Plt. Bupati Kudus juga menyampaikan, IBI sebagai wadah para bidan yang harus siap mengoptimalkan peran dan kiprahnya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan khususnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, menciptakan lingkungan dan keluarga yang bersih, sehat serta sejahtera lahir-batin. 

“Bidan sebagai tenaga profesional mempunyai 4 peran, yaitu pelaksana, pengelola, pendidik dan peneliti. Demikian pula tugas bidan membantu pemerintah daerah dalam mensukseskan visi dan misi utamanya dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak termasuk penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penurunan angka stunting,” paparnya. 

Terakhir, Hartopo mengimbau para bidan dengan adanya pandemi ini, diharapkan bidan punya peran luar biasa,  sebagai ujung tombak digarda depan dan belakang. 

“Maka dari itu, dalam mengelola organisasi haruslah dikelola dengan baik dan benar karena saat ini tenaga kesehatan khususnya panjenengan para bidan adalah ujung tombak digarda depan dan belakang bagi masyarakat, Oleh karena itu dalam tubuh IBI jangan sampai ada perpecahan atau gep yang dapat merusak internal IBI,” tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Cabang IBI Kabupaten Kudus Hj. Siti Nurwiyah dalam sambutanya mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan pembinaan oleh Plt. Bupati Kudus. 

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini kami ucapkan selamat datang dan ucapan terimakasih kepada bapak H.M. Hartopo walau dengan kesibukan, beliu masih meluangkan waktunya untuk memberikan pembinaan kepada kami keluarga besar IBI cabang Kudus,” katanya. 

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah untuk mengawali acara musyawarah cabang (muscab) ke VIII yang akan diselenggarakan hari Jumat (09/03/2021). 

“Harapan kami dengan musyawarah cabang ke VIII nantinya bisa berjalan lancar sukses dan kondusif. Perlu kami sampaikan bahwa visi misi IBI adalah menjadikan organisasi profesi yang handal dalam mewujudkan bidan profesional berstandart global. sehingga dibutuhkan bidan yang gesit, cerdas, berdedikasi dan berkompetensi tinggi serta berakhlaq Karimah. untuk itu perlu peningkatan kekuatan organisasi, mutu pendidikan, mutu pelayanan kebidanan, kesejahteraan anggota, kerjasama dengan stakeholder dan tentunya eksis dalam membantu program pemerintah,” jelasnya. 

Untuk itu, dirinya berharap kepada Plt. Bupati Kudus agar memudahkan proses perizinan anggota IBI Kudus untuk mendapatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

“Anggota IBI cabang Kudus supaya dapat berdedikasi dan berkompetensi tinggi maka diperlukan pendidikan yang berkelanjutan. Anggota saat ini 865 orang namun yang berpendidikan diploma III kebidanan masih ada sekitar 60% lebih. Sedangkan ditahun 2026 nanti perijinan untuk praktek mandiri bidan harus berijazah S1 dan profesi. untuk itu, kami meminta agar para bidan diberikan kemudahan dalam ijin peningkatan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. terutama bagi bidan ASN,” pungkasnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: