Diawali Simulasi, Hartopo Perbolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat sektor pendidikan tak dapat berjalan semestinya. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini dilakukan secara daring. Hal tersebut tak lain agar mata rantai penyebaran virus Corona terputus. 

Melihat kondisi tersebut, sebagai pimpinan daerah, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo merasa prihatin akan masa depan generasi penerus. Pihaknya sangat memahami bahwa pembelajaran secara daring perlu penyesuaian dan masih terjadi kendala. Disisi lain, menjamin kesehatan masyarakat juga fokus utamanya. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo memimpin Rapat Pimpinan Perangkat Daerah di Lantai IV Gedung A Sekretariat Daerah, Rabu, (10/03/2021). (Foto: kudusnews,com)

“Melihat kondisi itu, saya sangat kasihan dengan anak-anak kita. Tapi, kita juga harus menjamin kesehatan mereka,” ungkap Hartopo disela-sela memimpin Rapat Pimpinan Perangkat Daerah di Lantai IV Gedung A Sekretariat Daerah, Rabu, (10/03/2021). 

Namun, akhir-akhir ini, tren kasus Covid-19 di Kudus terus mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Hartopo berinisiatif untuk menyelenggarakan simulasi pembelajaran tatap muka di wilayah yang berstatus zona hijau.

Simulasi tersebut menjadi acuan pembelajaran tatap muka yang sebenarnya. Hartopo menyampaikan memperbolehkan pembelajaran tatap muka dengan pembatasan jika simulasi selesai dilaksanakan. Ini adaah bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terhadap dunia pendidikan.  

“Saya minta untuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga agar segera melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di zona hijau,” ungkap Hartopo.  

Pembelajaran tatap muka nantinya tetap harus melaksanakan sesuai mekanisme. Dua hal yang terpenting, yakni wilayah tersebut harus benar-benar nol kasus dan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. 

“Harus betul-betul nol kasus. Ada satu kasus saja di suatu desa, maka desa itu jadi zona kuning. Terpenting lagi adalah ketika pembelajaran tatap muka dilakukan, protokol kesehatan harus benar-benar ketat,” tegasnya. 

Hartopo meminta jumlah siswa saat pembelajaran tatap muka harus dibatasi. Selain itu, apabila memungkinkan, diterapkan shift agar dapat bergantian agar tidak ada kerumunan. Terakhir, jam pembelajaran juga disesuaikan agar dapat mengurangi interaksi. 

“Ini harus diterapkan. Pembelajaran lancar dan tidak ada masalah kesehatan,” tandasnya. 

Selain membahas persoalan pendidikan dalam Rapat Pimpinan Perangkat Daerah, Hartopo meminta agar OPD mempercepat pelaksanaan refocusing anggaran. Tujuannya agar program kerja dapat dilaksanakan secara efektif. Pihaknya pun mendorong agar program kerja yang telah direncanakan oleh OPD dapat segera dijalankan. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: