Banjir Surut, Sejumlah Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Banjir yang sudah semakin surut membuat semua lokasi pengungsian di Kota Pekalongan sudah mulai kosong. Salah satunya di salah satu pengungsian banjir yang berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat kini sepi. Satu per satu pengungsi mulai meninggalkan area pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka.

Camat Pekalongan Barat, Taufiq Rochman mengatakan bahwa saat ini pengungsi sudah kembali semua ke rumah. Selama di pengungsian pihaknya telah mencukupi semua bahan makanan yang dibutuhkan warga.

Pengungsi banjir di Kota Pekalongan mulai meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing, Rabu (10/03/2021) pagi. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

“Pengungsi yang ada di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat sejak Minggu (07/03/2021) sudah pulang baik yang ada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Aula Kelurahan Pasirkratonkramat, dan Aula SMK 2 dan SMK 3 serta titik-titik lokasi pengungsian lain, mengingat banjir yang melanda Kota Pekalongan sebulan lalu sudah surut dan jalan-jalan sudah kering,” kata Taufiq, Rabu (10/03/2021) pagi.

Menurut Taufiq, meski area pengungsian mulai sepi, namun pihak Kecamatan Pekalongan Barat tetap mengadakan piket posko. Mengingat, hingga saat ini kondisi perkembangan cuaca yang belum menentu. Kadang tiba-tiba hujan dan kadang cerah.

Usai ditinggalkan para pengungsi, lanjutnya, Kecamatan Pekalongan Barat juga akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi ruangan, bekerjasama dengan Kantor BPBD Kota Pekalongan. 

“Kendati demikian, yang pasti sampai akhir bulan nanti, kami tetap ada piket posko mengingat cuaca hingga saat ini belum menentu, kadang saat pagi dan siang panas sekali, namun pada sore atau malam harinya mendung dan hujan kembali,” ujarnya.

Sementara untuk bantuan logistik pasca banjir juga kami tetap salurkan kepada warga yang membutuhkan melalui kelurahan masing-masing seperti Kelurahan Tirto, Kelurahan Pasirkratonkramat, dan Bendan Kergon yang pada waktu itu tergenang banjir cukup lama,” tandasnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: