Bupati Pemalang Terima Memori Jabatan Dari Sekda Selaku Plh Bupati

BERITAPANTURA.id, PEMALANG – Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, hari ini menerima dokumen memori jabatan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang selaku Plh Bupati Pemalang, M Arifin.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serah terima jabatan Bupati Pemalang yang dilaksanakan, di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang, Selasa (02/03/2021).

Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, hari ini menerima dokumen memori jabatan dari Sekda M. Arifin selaku Plh Bupati Pemalang di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang, Selasa (02/03/2021). (Foto: Diskominfo Pemalang)

Upacara serah terima tersebut, disaksikan Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, jajaran Forkopimda Pemalang, Danlanal Tegal, Dansatradar – 214  Tegal, pimpinan dan anggota DPRD, dan Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, serta Kepala Biro Pemerintahan Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi yang menyaksikan secara virtual.

Dalam sambutannya, Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengungkapkan rasa syukur, karena agenda pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang masa jabatan 2021-2026 yang dilaksanakan secara virtual pada Jum’at (26/02/2021) kemarin telah berjalan lancar tanpa ada kendala.

Terkait itu, Bupati menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Sekda Pemalang, M. Arifin yang telah sukses menjalankan dan mengawal jalannya roda pemerintahan selama menjabat sebagai Plh Bupati Pemalang.

Bupati menuturkan, menduduki jabatan dan memegang amanah sebagai pemimpin tanggungjawabnya sangat berat. Karena amanah tersebut tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia tapi juga kepada sang pencipta. Karenanya, kesempatan dan amanah yang telah dipercayakanya akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Untuk itu, kesempatan dan amanah yang telah dipercayakan kepada kami akan kami jalankan dengan sebaik – baiknya,” ucap bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, dalam konteks menduduki sebuah jabatan dan pergantian kepemimpinan, pada dasarnya jabatan merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan sungguh -sungguh dan penuh tanggung jawab.

Sedangkan peristiwa pergantian kepemimpinan merupakan hal yang lumrah terjadi, sebagai bagian dari jalannya proses penyelenggaraan pemerintahan.

“Yang terpenting adalah, sejauh mana keberadaan kita sebagai pemimpin dapat melanjutkan dasar kebaikan pemimpin sebelumnya serta mengambil langkah – langkah maupun kebijakan strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah,”  pungkasnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: