Sebulan, Sidak Cukai Palsu Sasar 12 Kecamatan di Demak

BERITAPANTURA.id, DEMAK – Sebanyak 12 Kecamatan di Kabupaten Demak telah dilakukan penyidakan dalam kegiatan non yustisial pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai ilegal.

Tindakan penertiban non yustisial adalah tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP dalam rangka menjaga dan/atau memulihkan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat terhadap pelanggaran Perda dan Perkada dengan cara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak sampai proses peradilan.

Petugas Satpol PP saat melakukan sidak penertiban non yustisial di salah satu kios yang diduga menjual rokok ilegal, Kamis (18/2/2021). (Foto: Diskominfo Demak)

Hal ini disampaikan Kasatpol PP Muh Ridhodhin sebelum pelaksanaan kegiatan non yustisial di empat kecamatan, yakni Karangawen, Mranggen, Kebunagung dan Wedung, Kamis (18/2/2021). 

Kepala Satpol PP Kabupaten Demak Muh Ridhodhin menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari bentuk dukungan pemerintah terhadap industri hasil tembakau.

“Dalam satu bulan ini sudah dilakukan penyidakan di 12 kecamatan di Kabupaten Demak yang menyasar kios dan toko yang diduga menjual rokok ilegal,” ujar Ridhodhin.

Ridhodhin menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari bentuk dukungan pemerintah terhadap industri hasil tembakau. Ia berharap kedepannya kesadaran masyarakat meninggalkan terhadap bahaya rokok ilegal dan kerugian yang dialami oleh negara. 

Ridhodhin berharap, masyarakat semakin sadar terhadap bahaya rokok ilegal dan kerugian yang dialami oleh negara.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Demak Aryo Soebajoe menyampaikan, fokus utama sidak pada rokok tidak bercukai dan cukai palsu, yang nantinya akan dicocokan cukainya.

“Rokok yang diambil harganya kurang dari Rp5.000,” ungkapnya.

Ditambahkan, ciri-ciri rokok ilegal di antaranya, tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, pita cukai yang salah peruntukan, pita cukai yang bukan haknya atau salah personalisasi, atau dilekati pita cukai bekas.

Aryo berharap, dengan kegiatan non-yustisial tersebut, tidak ada lagi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Demak. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor penerimaan cukai. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: