Pascabanjir, DPUBMCK Jateng Gencar Perbaiki Jalan Berlubang

BERITAPANTURA.idSEMARANG – Hujan deras yang membuat banjir di wilayah Jawa Tengah, telah berakibat pada rusaknya permukaan jalan di sejumlah sudut. Jalan provinsi yang rusak itu pun tak henti-hentinya ditangani oleh pemerintah provinsi setempat.

Menurut catatan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2021, ada 665 ruas jalan berlubang yang telah tertangani.

Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2021, ada 665 ruas jalan berlubang yang telah tertangani. (Foto : DPUBMCK Jateng)

Kepala DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono mengatakan, pihaknya tak henti-hentinya melakukan penanganan jalan rusak akibat banjir. Bahkan sampai saat ini, perbaikan terus mereka lakukan.

“Biasanya kita utamakan keluhan masyarakat, baik melalui kami (aplikasi perbaikan jalan Jalan Cantik milik Pemprov Jateng), Twitter, atau ke Bapak Gub (Gubernur Jateng Ganjar Pranowo),” kata Hanung, saat ditemui di kantornya, Rabu (10/2/2021).

Ditambahkan, pihaknya selalu menyiapkan tim dengan peralatan dan material. Sehingga, begitu ada lubang, saat itu juga dilaksanakan perbaikan.

“Jadi, kalau cuma lubang, hari itu selesai (hari itu laporan, hari itu selesai). Tapi kalau itu rusak, kita lakukan (penanganan) secara bertahap. Kalau kita bisa ngaspal ya sampai ngaspal sekalian. Kalau tidak, ya cuma agregat, pakai material,” sambungnya.

Menurut Hanung, saat ini mayoritas yang dilakukan adalah penanganan berupa jalan berlubang. Sebab, pihaknya melalui Masyarakat Bina Marga (MasBiMa), komunitas yang mereka bentuk, terus mendata lubang di jalan. Sehingga upaya penanganan bisa cepat dilakukan.

Penangan yang dilakukan terhadap jalan rusak berlubang di antaranya dilakukan di Karangawen Grobogan, Jalan Brigjen Sudiarto Kota Semarang, dan sebagainya. Hanung menuturkan, perbaikan juga dilakukan di Tegowanu Grobogan berupa pemasangan beton rigid (lapis perata) sebagai landasan untuk perkerasan beton. Di Tanggungharjo Grobogan, pihaknya melakukan peninggian dengan agregat dahulu dan nantinya akan dibeton.

Dia mengungkapkan, kerusakan paling banyak terjadi di segmen2 ruas jalan yang masuk wilayah Balai Pengelola Jalan (BPJ) Purwodadi, meliputi Sragen, Blora, dan Grobogan, di mana kerusakannya mencapai 50 kilometer. Pihaknya juga melakukan penanganan di Gemolong Sragen, Geyer Grobogan, Blora, Wonosobo, dan lainnya, dengan total jalan provinsi sepanjang 2.404 kilometer.

Sementara, untuk kerusakan jalan lain, pihaknya memaksimalkan Gerakan Anti Air Menggenang yang disingkat Geraam (no trapped water). Geraam adalah upaya DPUBMCK Jateng untuk penanganan air menggenang di jalan, yang dicanangkan Januari 2021 selama musim penghujan untuk mendukung program Jalan Cantik. Tujuannya, menjaga kondisi jalan supaya tidak cepat rusak akibat air menggenang di badan jalan, dan menjaga kualitas jalan.

Pemerintah Provinsi Jateng juga tetap melakukan penanganan di ruas jalan yang sedang memasuki proses lelang.

“Penandatanganan kontrak-kontrak fisik pekerjaan jalan diharapkan selesai pada awal Maret ini. Mudah-mudahan ini bisa mengejar, sehingga saat lebaran kita siap melayani. Mei nanti kita sudah bebas lubang,” harapnya.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Wilayah I BPJ Semarang, Asteria mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan perbaikan di ruas Jalan Brigjen Sudiarto Kota Semarang.

“Kami melakukan perbaikan di ruas Brigjen Sudiarto Semarang dengan menyisir lubang-lubang,” kata Asteria ditemui saat memantau perbaikan.
Pihaknya berharap dengan perbaikan pemeliharaan rutin ini bisa mengurangi lubang yang ada di sepanjang Jalan Sudiarto.

“Perbaikannya berupa penambalan. Kami utamakan karena cuaca seperti ini jadi lubang-lubang yang dalam kami utamakan dulu,” ucapnya. (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: