BPBD Demak : Ada Enam Kecamatan Terdampak Banjir

BERITAPANTURA.idDEMAK – Dampak cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi di Demak, Jawa Tengah membuat sejumlah kecamatan terdampak banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mendata ada enam kecamatan yang terdampak banjir.
“Sekitar enam kecamatan terdampak banjir.

Enam kecamatan itu ditambah air kiriman dari hulu. Menyebabkan sungainya tidak mampu menampung sehingga meluap,” jelas Kepala BPBD Demak, M Agus Nugroho saat dihubungi detikcom, Rabu (10/2/2021).

Ganjar saat mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Demak beberapa waktu lalu.

Agus menyebut selain intensitas hujan tinggi, kiriman air dari hulu, seperti halnya dari Ungaran, Grobogan, Salatiga, Blora juga mengakibatkan banjir. Ia mendata banjir mulai masuk ke permukiman warga Demak sejak Sabtu (6/2/2021), lalu menggenangi sejumlah jalan dan fasilitas umum lainnya.

“Sungai tidak mampu menampung dan meluap itu karena beberapa faktor, yaitu sedimentasi, penyempitan, sampah, dan sebagainya, termasuk tanggul kritis,” ujar Agus.

Agus mengatakan, banjir terparah di Kecamatan Sayung lantaran genangan air bercampur dengan air pasang atau rob. Ia menyebut ada sekitar 10 desa yang masih terendam hingga saat ini.

“Yang terparah Kecamatan Sayung, karena diikuti dengan rob. Rob ikut menyumbang air, karena pembuangannya ke laut, karena lautnya juga sama tinggi gelombangnya,” terangnya.

Agus merinci melalui data yang diterima detikcom, enam kecamatan tersebut yaitu, Sayung, Karanganyar, Karangawen, Guntur, Karangtengah, dan Mranggen. Kendati demikian, dirinya memastikan bahwa banjir di Mranggen dan Karangawen sudah surut.

“Mranggen sudah surut, istilahnya banjir tidak pakai alma. Karangawen juga tidak pakai lama,” terangnya.

Selain enam kecamatan tersebut, Agus menuturkan satu kecamatan lagi terdampak banjir, yaitu Kecamatan Bonang. Kendati demikian, banjir tersebut diakibatkan air pasang laut atau rob.

“Bonang banjir juga tapi rob, itu lebih parah dari banjir karena sudah tiga bulan, karena rob itu fenomena alam yang belum termasuk bencana,” ujar Agus.

Agus bercerita, satu desa di Kecamatan Karanganyar perbatasan dengan Kudus, juga terendam banjir hingga saat ini, dengan ketinggian 20-80 cm.

“Untuk yang Karanganyar dekat Kudus, Ketanjung itu masih tergenang. Selama Kudus masih tergenang banjir, desa satu satunya yang wilayahnya ikut Demak (Ketanjung) itu ya masih tergenang sampai sekarang,” terangnya. (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: