Pacu UKM Jateng Naik Kelas Dengan Pelatihan Berjenjang

BERITAPANTURA.id, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mendorong peningkatan UKM di wilayahnya supaya naik kelas. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada tahun ini, ada tiga pelatihan yang akan diselenggarkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, pihaknya melalui Balai Pelatihan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Balatkop UKM) selaku penyelenggara, siap meningkatkan UKM biar bisa naik kelas.

(Foto: Diskominfo Jateng)

“Ada tiga pelatihan yang dikemas secara khusus tahun ini oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah yakni pelatihan manajemen pemasaran, manajemen usaha dan keuangan serta manajemen operasional dan SDM” ujar Ema, melalui siaran persnya, Jumat (05/02/2021).

Dituturkan, pihaknya telah menyeleksi 2.264 calon peserta yang mendaftar. Kemudian, Balatkop UKM menyeleksi mereka sebelum akhirnya dibagi menjadi tiga level. Tujuannya agar mereka bisa mengikuti pelatihan berjenjang atau level di tiga kelas khusus.

Ema menjelaskan, kegiatan ini melibatkan tiga orang konsultan sekaligus pelaku bisnis yang sudah berpengalaman di Indonesia. Antara lain Bio Hadikesuma dari BHMTC, Roy Wibisono Anang Prabowo selaku CEO Naruna dan Anna Yulia Damayanti Founder Bright Life Academy.

Program berjenjang yang diadakan itu, diakui Ema, sebagai terobosan pertama di Indonesia. Mengingat, selama ini pemahaman akan UMKM naik kelas memiliki penafsiran yang berbeda-beda.

Pelatihan berjenjang bertujuan memberikan pelatihan yang tepat di masa pandemi. Yang mana, pengelompokkan secara berjenjang itu sesuai dengan tingkat pertumbuhan usaha. Dengan terbatasnya kuota yang tersedia yaitu hanya 25 peserta per jenjang pelaksanaan pelatihan, maka dalam pelaksanaan jenjang I terbagi menjadi dua batch di masing masing jenis pelatihan dasar tersebut.

(Foto: Diskominfo Jateng)

Dia mencontohkan, jenjang I berupa pelatihan manajemen operasi dan SDM diselenggarakan di Hotel Megaland, Kota Surakarta, dipandu BLA Indonesia. Di jenjang itu akan membahas dan berfokus pada riset, desain dan mengembangkan produk atau jasa yang berorientasi pasar. Selain itu juga, membekali kemampuan manajemen diri pebisnis tangguh.

“Sumberdaya manusia merupakan salah satu elemen paling penting, agar sebuah bidang usaha atau bisnis dapat berjalan dengan baik. Tanpa adanya elemen tersebut atau kualitasnya yang kurang baik, usaha akan sulit untuk berjalan dan beroperasi dengan semestinya, meski sumberdaya yang lain telah terpenuhi,” imbuh Ema.

Dia melanjutkan, pengetahuan yang diberikan kepada peserta antara lain, riset dan studi kelayakan produk, desain dan perencanaan produk /jasa, product make up (desain keunggulan produk/jasa), manajemen produksi dan produktivitas, perencanaan proses produksi, perencanaan penerapan strategi operasi usaha dengan analisis SWOT, pengenalan kompetensi diri, SWOT diri dan motivasi bisnis, manajemen diri, dan skala prioritas.

Sedangkan pelatihan berjenjang manajemen pemasaran adalah kunci dari kelangsungan usaha, sehingga orientasi materinya disesuaikan dengan kebutuhan UKM yang terbaru (up to date). Dengan tim pengajar dari Naruna yang merupakan praktisi bisnis. Pelatihan jenjang I ini dihelat di Hotel Grand Wahid, Kota Salatiga.

Pada saat yang sama juga diselenggarkan pelatihan berjenjang manajemen usaha dan keuangan, di Hotel Dafam, Kota Pekalongan, dengan Bio Hadikesuma sebagai pengajar. Tercatat, sebanyak 150 UMKM terpilih mengikuti pelatihan berjenjang yang secara serentak diselenggarakan di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Hotel Grand Wahid Kota Salatiga dan Hotel Megaland Kota Surakarta.

Kepala Balatkop Jateng, Hatta Hatnansya Yunus menyatakan, animo serta respons dari pelaku UMKM di Jawa Tengah sangat bagus.

“Harapannya mereka mampu menjadi ikon bagi UMKM lainnya di Jawa Tengah,” kata Hatta.

Respons positif disampaikan pelaku UKM dari Magelang Tri Buana Desy Arianti. Dia mengakui, setelah mengikuti pelatihan, kini mengerti soal penataan usaha.

“Jadi tahu bagaimana penataan tempat usaha yang ternyata mempengaruhi kinerja karyawan. Bagus banget buat meningkatkan produktivitas usaha saya,” kata Tri. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: