BPBD Batang Terus Upayakan Pencarian Hilangnya 12 ABK Kapal

BERITAPANTURA.id, BATANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang akan mengupayakan pencarian terhadap korban kecelakaan di perairan utara. Sebanyak 12 orang anak buah kapal (ABK) cantrang asal Batang yang bertabrakan dengan kapal tanker pada 10 Januari lalu, belum ditemukan.

“Permintaan dari 12 keluarga korban kecelakaan di perairan utara untuk menerjunkan helikopter masih kita upayakan, dan rencana menggunakan helikopter ada, tetapi melihat cuaca ekstrem begini belum memungkinkan,” kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui di Balai Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kamis (21/01/2021).

Bupati Batang Wihaji saat ditemui di Balai Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kamis (21/01/2021). (Foto: Diskominfo Batang)

Ditambahkan, pihaknya akan tetap berupaya keras mencari 12 korban yang belum ditemukan, dengan meminta BPBD Kabupaten Batang berkoordinasi dengan Basarnas. Sebelumnya, sesuai prosedur pecarian sudah dilakukan selama tujuh hari. Tim sudah ditarik, kecuali ada titik terang dari kasus tersebut.

“Jika ada tanda-tanda meskipun sedikit langsung laporkan kepada kita atau BPBD Kabupaten Batang, yang pasti akan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan, masih ada 12 oran ABK yang belum ditemukan pada kecelakaan laut yang menimpa Kapal KM Berkah Abadi dengan 14 ABK, yang ditabrak oleh kapal berukuran besar di perairan utara Kabupaten Batang.

“Pencarian sudah kita lakukan sesuai prosedur tetap pelaksanaan selama tujuh hari dengan menurunkan 90 personel, dan mengoperasikan beberapa kapal untuk mencari di perairan utara Kabupaten Batang,” katanya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Jepara dan BPBD Jawa Timur, karena sempat beredar video mayat mengapung di perairan Jawa Timur. Namun, hingga kini kejelasan jenazah tersebut masih menunggu hasil autopsi.

“Untuk pencarian dengan menggunakan helikopter kita juga akan upayakan ke depan dengan meminta bantuan Basarnas secara langsung, dan menunggu cuaca membaik terlebih dahulu,” kata Ulul.

Siap Beri Santunan

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Kantor Cabang Batang, Bambang Indriyanto, menyatakan siap memberikan santunan kepada ABK korban kecelakaan laut yang menjadi peserta BP Jamsostek. Hal itu sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada seluruh tenaga kerja.

Menurutnya, dari seluruh ABK KM Berkah Abadi, yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek sebanyak 10 orang. Namun, untuk proses pencairan, khususnya jaminan kematian karena kecelakaan kerja, pihaknya menunggu surat keterangan atau pemberitahuan resmi dari Basarnas, Kepolisian, dan Syahbandar.

“Baru setelah itu ahli waris segera membuat akta kematian sehingga proses biaya santunan segera kami proses. Untuk mekanismenya, akan dikirim transfer rmelalui rekening ahli waris yang ditunjuk,” ujar Bambang.

Mengingat pentingnya perlindungan diri, dia berharap pemilik atau pengurus kapal dapat melindungi ABK, sebelum berlayar dengan mendaftarkan sebagai peserta BP Jamsostek. Sehingga jika terjadi sesuatu, mereka dilindungi oleh BP Jamsostek. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: