Terpapar Covid-19, Dokter RSUD R. Soetrasno Rembang Tutup Usia

BERITAPANTURA.id, REMBANG – Kabar duka menyelimuti RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, karena salah satu dokternya wafat, hari Kamis (07 Januari 2021). dr. Budi Darmawan, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD dr. R. Soetrasno menghembuskan nafas terakhir. Ia positif terpapar Covid-19 dan menjalani perawatan intensif sejak tanggal 21 Desember 2020 lalu.

Dokter berusia 51 tahun yang dikenal sangat ramah itu disemayamkan di kedungmundu Semarang. Pemberangkatan jenazah menuju peristirahatan terakhir dipimpin langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz sekira pukul 09.30 WIB dari rumah sakit dr. R. Soetrasno.

Bupati Rembang Abdul Hafidz memimpin langsung pemberangkatan jenazah di rumah sakit dr. R. Soetrasno. (Foto: Diskominfo Rembang)

Dalam kesempatan itu Bupati menyebut dokter Budi merupakan sosok pegawai dan dokter yang memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi atau pekerjaannya. Almarhum Budi Darmawan disebutnya tokoh kesehatan, terlebih Ia sangat aktif dalam Penanganan Covid-19 di Kota Garam.

“Almarhum memiliki dedikasi yang tinggi di bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Semangatnya harus kita teruskan untuk berjuang menghadapi pandemi covid-19. Dimana kita ketahui Rembang masih tinggi penyebarannya (covid-19-red),” ujarnya.

Hal senada tentang dedikasi almarhum selama berdinas di rumah sakit juga diungkapkan oleh Direktur Utama RSUD dr.R. Soetrasno Rembang, dr. Agus Setyo Hadi. Almarhum mengawali karirnya sebagai dokter PTT pada tahun 1999 yang kemudian pada 2002 diangkat menjadi PNS.

Selama pandemi Covid-19 dan diterapkannya terapi plasma untuk membantu kesembuhan pasien, almarhum rajin ikut membantu mencari donor plasma hingga ke luar kota.

“Akhir- akhir ini almarhum gencar mencari donor plasma konvalsen sampai ke Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Untuk memastikan pasien- pasien di rumah sakit mendapatkan donor plasma konvalsen, ” imbuhnya.

Selama prosesi pemberangkatan rekan- rekan kerja almarhum dokter Budi Darmawan terlihat meneteskan air mata. Rembang kehilangan aset bangsa di bidang kesehatan yang diketahui selalu memberikan semangat kepada garda depan para tenaga kesehatan di rumah sakit untuk semangat melayani masyarakat yang akhir- akhir ini banyak terpapar corona dan di rawat di rumah sakit, bahkan itu dilakukannya saat dirinya tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: