SMPN 3 Batang Kombinasikan Pembelajaran Daring dan Luring

BERITAPANTURA.id, BATANG – Para pendidik bersama Komite Sekolah dan perwakilan orang tua murid SMP Negeri 3 Batang menggelar Focus Discusion (FGD), sebagai upaya untuk menyosialisasikan pembelajaran semester 2 dengan mengkombinasikan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring).

Para guru dan wali murid yang tidak bisa hadir langsung untuk mengikuti FGD, pihak sekolah memberikan kesempatan supaya tetapmdapat menyimak secara virtual, melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kepala SMPN 3 Batang Bambang Purwantyono saat membuka FGD secara virtual, di Aula SMPN 3 Kabupaten Batang, Kamis (07/01/2021). (Foto: Diskominfo Batang)

Hal itu merupakan strategi para pendidik dalam menyampaikan materi kepada anak didik, agar semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar tidak surut, meski di masa pandemi Covid-19.

Kepala SMPN 3 Batang Bambang Purwantyono menyampaikan, selama pandemi belum berakhir maka berdasarkan keputusan bersama, pembelajaran kembali dilaksanakan secara Daring dan diimbangi Luring.

“Kami mohon maaf karena belum bisa memenuhi keinginan dari orang tua murid untuk pembelajaran tatap muka, karena persentase persebaran Covid-19 di Kabupaten Batang belum menurun,” ujar Bambang saat membuka FGD secara virtual, di Aula SMPN 3 Kabupaten Batang, Kamis (07/01/2021).

Bambang menjelaskan, pembelajaran Daring dan Luring dikembangkan secara aktif, kreatif dan inovatif secara menyenangkan.

Metode pembelajaran Daring guru menyampaikan materi dan berdiskusi memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting maupun Google Clasroom. Namun karena orang tua merasa kesulitan kuota yang belum tentu cukup, maka para guru berinisiatif mengkolaborasikan dengan Luring.

“Ketika Bapak/Ibu guru memberikan tugas anak didik diminta untuk memanfaatkan peralatan alat komunikasi lain. Misalnya anak didik diminta menyaksikan suatu materi pelajaran pada Televisi Edukasi atau mendengarkan siaran pendidikan di Radio LPPL Abirawa FM, dengan menghadirkan para guru mapel yang berkompeten,” paparnya.

Lebih lanjut, Bambang berharap adanya kerja sama yang baik dengan orang tua, karena pembelajaran Daring dan Luring tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak.

“Mudah-mudahan niat baik para guru, orang tua dan masyarakat dapat berpengaruh positif untuk perkembangan pendidikan anak-anak kita di masa depan,” harapnya.

Sementara Ketua Komite Sekolah Tri Haryadi mengatakan meskipun saat ini metode pembelajaran yang harus digunakan memanfaatkan teknologi, namun pendidikan karakter harus tetap disampaikan, agar anak tetap memiliki budi pekerti.

“Para guru juga harus melengkapi materi dengan praktik yang mengedukasi, seperti keterampilan untuk meningkatkan kompetensi anak saat berada di lingkungan masyarakat,” jelasnya. (BP/02)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: