Miliki Potensi Mendukung, Sebanyak 15 Desa di Kudus Jadi Desa Wisata

banner 468x60

BERITAPANTURA.idKUDUS – Memiliki potensi yang mendukung serta dinilai memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan pemerintah, Pemkab Kudus menetapkan 15 desa di Kabupaten Kudus sebagai desa wisata.

Desa tersebut adalah Desa Rahtawu, Ternadi, Dukuhwaringin, Kandangmas, Margorejo, Terban, Temulus, Jepang, Loram Kulon, Wates, Wonosoco, Padurenan, Jurang, Kaliputu, dan Tanjung Rejo.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, menandatangani prasasti peresmian potensi baru Wisata Agro Kopi, di Jambangan Coffee and Resto Desa Japan, Dawe, Sabtu (21/11/20). (Foto: Diskominfo Kudus)

Penetapan desa wisata ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, sekaligus meresmikan potensi baru Wisata Agro Kopi, di Jambangan Coffee and Resto Desa Japan, Dawe, Sabtu (21/11/20).

Menurutnya, income terbesar dari suatu daerah terletak pada sektor pariwisatanya. Oleh karenanya, potensi yang ada di desa diharapkan dapat dikelola dengan maksimal untuk menghadirkan suatu inovasi yang baru dari sektor pariwisata.

“Bagi desa yang telah mendapatkan predikat desa wisata, diharapkan agar selalu mengembangkan potensinya baik dari pengelolaan alam dan pengelolaan produk-produknya. Untuk desa lainnya, diharapkan dapat terus menggali dan menciptakan kreasi dan inovasi yang terdapat didalamnya untuk menggerakkan UMKM agar lebih dikenal masyarakat,” ujar Hartopo.

Pada kesempatan itu, Hartopo mengimbau para pengelola agrowisata agar selalu mengedepankan protokol kesehatan bagi para pengunjung yang hadir maupun petugas pengelola guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Peresmian ini merupakan wujud dari geliat ekonomi yang mulai bangkit di tengah pandemi ini. Untuk itu, saya mengimbau kepada para pengelola agrowisata agar tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menerangkan, penyerahan SK desa wisata akan mendorong desa lainnya untuk mengolah potensi yang ada, agar dapat menyejahterakan masyarakatnya, khususnya ditengah pandemi.

“Kami berharap, seluruh desa tetap bersemangat untuk menggali potensi desanya masing-masing dan menciptakan ikon baru di Kabupaten Kudus,” ucapnya.

Mengenai peresmian Wisata Agro Kopi, menurut Bergas, merupakan bentuk perwujudan harapan Plt bupati agar potensi wisata Lereng Muria ini tidak hanya terpusat dalam wisata religi. Namun juga tambahan wisata lainnya yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat nantinya.

“Dan tempat ini (Wisata Agro Kopi Jambangan coffe and resto) sebagai contoh nyata dan riil dari upaya menyejahterakan rakyat,” tandasnya. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan