Menjadi Tempat Karantina 24 Nakes Positif Covid-19, Hotel D’Season Terapkan Protokol Kesehatan

BERITAPANTURA.idJEPARA – Di tengah masa pandemi covid-19, para pelaku industri perhotelan saling berinovasi untuk bertahan dari keterpurukan. Bahkan beberapa hotel diantaranya, ada yang menawarkan paket karantina mandiri termasuk uji rapid test.

Terlepas dari hal tersebut, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP Covid-19) Kabupaten Jepara beberapa waktu lalu juga telah memilih salah satu hotel di Jepara sebagai lokasi karantina. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dalam memberikan fasilitasi bagi garda terdepan penanganan covid.

Hotel D’Season Bandengan, dipilih sebagai lokasi karantina bagi 24 tenaga kesehatan RSUD Kartini Jepara

Dalam kesehariannya, para tenaga kesehatan yang merawat pasien PDP maupun positif covid ini dijamin dengan beberapa fasilitas. Hal ini setara dengan risiko yang mereka tanggung sebagai tenaga medis, yang setiap hari berinteraksi dengan pasien.

Saat ini, beredar kabar tentang sejumlah tenaga kesehatan di lingkungan RSUD Kartini Jepara yang dinyatakan terpapar covid-19. Dan untuk memfasilitasi hal tersebut, Hotel D’Season Bandengan yang telah dipilih menjadi pusat karantina sejumlah tenaga kesehatan tersebut sudah menyiapkan beberapa protokol covid.

Johanes Abdi Mulia, salah satu pengelola group hotel D’Season menyampaikan pesan kepada awak media. Bahwa dalam hal pelayanan tenaga kesehatan, selama ini pihak hotel sudah mengantisipasi risiko-risiko yang akan dihadapinya.

“Kami awalnya menerima para Nakes (red-Tenaga Kesehatan) untuk memfasilitasi tempat istirahat, namun mulai sekarang kami harus menjalankan protokol covid-19 untuk pelayanan terkait hasil positif tersebut,” terangnya.

Seperti kita ketahui, ada 24 tenaga kesehatan RSUD Kartini Jepara yang dinyatakan positif terpapar covid-19 sejak Jum’at (19/6/2020) kemarin, dan harus menjalani karantina di Hotel D’Season Bandengan.

Baca Juga : 24 Tenaga Kesehatan RSUD RA Kartini Jepara Positif Terpapar Covid-19

Mereka yang positif Covid-19 adalah yang direlease oleh GTPP Covid-19 Jepara sejak hari Kamis (18/6/2020) malam.

“Hal ini telah menimbulkan risiko yang seharusnya bisa dihindarkan terhadap tamu lain dan juga karyawan kami. Untuk itu protokol kesehatan kami jalankan secara disiplin, baik penggunaan APD maupun mekanisme sterilisasi,” ungkap Johannes

Bagi para pelaku industri perhotelan, pandemi corona tak pelak menurunkan tingkat okupansi dengan cukup signifikan. Akibatnya, tak sedikit yang sampai terpaksa merumahkan karyawannya sementara waktu

Untuk karyawan misalnya, hanya sebagian yang di tugaskan diantaranya housekeeping. Karena mereka adalah frontliner yang langsung berinteraksi dengan tenaga medis. Juga telah dibekali dengan mengenakan APD full lengkap dalam proses cleaning kamar.

Secara medis, mereka juga dijamin oleh Dinas Kesehatan Kebupaten (DKK) Jepara untuk melakukan check up secara berkala, bahkan uji rapid test.

“Mengenai stigma negatif terhadap orang yang positif covid pasti ada, kami membuktikan bahwa hal itu tidak berlaku bagi kami. Kami akan tetap terus memberikan pelayanan terbaik bagi para tenaga medis,” imbuhnya. (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: