Ancaman Abrasi Pantai di Jepara Semakin Nyata

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Sepanjang pesisir laut di wilayah Jepara Jawa Tengah menghadapi ancaman abrasi laut dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Di beberapa desa seperti Tanggul tlare, Suradadi, Panggung dan Bulak Baru, abrasi yang terjadi bahkan rata-rata bisa mencapai sekitar 100 meter setiap tahunnya.

Untuk mengatasi abrasi pantai yang terus mengikis permukan daratan di wilayah pesisir Jepara Jawa Tengah, Dinas Lingkunagn Hidup bersama dengan Pewarta Jepara serta anak anak sekolah melakukan reboisasi dengan melakukan penamanan 1000 bibit mangrove di sepanjang sungai Desa Bulak Baru Jepara baru-baru ini.

Sejumlah siswa sekolah turut serta menanam mangrove di pesisir Desa Bulak Baru Kedung Jepara

Diharapkan dengan adanya penanaman mangrove ini bisa mengatasi abarasi pantai yang terus terjadi di sepanjang pesisir pantai Jepara. Karena akibat abrasi pantai ini sudah ada satu desa yakni Desa Bulak, yang di relokasi karena desa tenggelam akibat abrasi pantai.

Tingginya abrasi pantai yang terjadi dalam kurun tiga tahun terakhir ini mengakibatkan mundurnya garis pantai kedaratan seluas 300 meter. Siswa sekolah yang ikut serta dalam penanaman mangrove ini merasa senang, karena selain dapat belajar di alam mereka juga tahu bagaimana cara penanaman mangrove yang tepat dan benar.

Baca Juga : SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Tenggelam, Dalam Kondisi Meninggal

Selain itu dengan penanaman mangrove ini, juga untuk mengajarkan pada anak-anak untuk cinta lingkungan. Agar mereka nanti senantiasa bisa selalu melakukan hal yang positif untuk menjaga lingkungan sekitar.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Farikha Elida mengatakan berdasarkan foto citra satelit hasil pemetaan Lingkungan Pantai Indonesia (LPI) yang dilakukan Badan Informasi Geospasial (BIG), di beberapa kawasan pantai Jepara garis pantai diketahui mundur sampai sekitar 300-an meter dalam 3 tahun terakhir.

Menurutnya untuk saat ini abrasi menjadi masalah besar bagi wilayah-wilayah di pesisir pantai Jepara, seperti Tanggul Tlare, Bulak Baru dan sekitarnya. Jika tidak ada upaya mengatasinya, maka bisa saja daratan yang ada akan lebih banyak lagi yang tergerus.

Dirinya mencontohkan warga Desa Bulak, sejak tahun 1983 sudah harus meninggalkan kampung halamannya. Mereka harus bedol desa pindah ke wilayah sejauh kurang lebih 4 km ke lokasi yang saat ini diberi nama Desa Bulak Baru.

Abrasi membuat Desa Bulak lenyap dan kini sudah menjadi perairan laut. Hingga saat ini abrasi masih berlangsung bahkan masih terus menggerus daratan, hingga jalan raya Semat-Kedung kini hanya berjarak sekitar 100-an meter dari bibir pantai.

Usaha pemerintah daerah untuk menghentikan abrasi bukan tidak dilakukan, dana triliunan jugs sudah dikerahkan untuk masalah ini. Namun sepertinya ada kesalahan konstruksi dalam pembangunan fasilitas pemecah gelombang dan sabuk pantai yang dibangun.

Saat ini ancaman abrasi juga mulai muncul di wilayah Pantai Desa Mororejo Mlonggo dan Desa Ujung Watu Keling. Wilayah yang terkena ancaman abrasi keseluruhan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 10 km lebih. (BP/01)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: