Pemkot Pekalongan Berikan Bantuan Uang Makan kepada 2.850 Santri

banner 468x60

BERITAPANTURA.idKOTA PEKALONGAN – Dampak akibat pandemi Covid-19 di bidang pendidikan, tidak hanya dirasakan oleh pelajar pendidikan formal. Sejumlah santri juga terpaksa pulang ke tempat tinggal masing-masing, tidak terkecuali mereka yang berasal dari Kota Pekalongan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Pekalongan, Slamet Mulyo, menyampaikan, pihaknya berupaya melakukan pendataan para santri, terutama dalam rangka pemberian bantuan kepada mereka. Sejak pembukaan pendaftaran santri Kota Pekalongan terdampak Covid-19 di kelurahan pada 24 April – 22 Juni 2020, dari 27 kelurahan, 25 kelurahan di antaranya telah mengirim data. Jumlahnya sebanyak 198 santri.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz saat memberikan bantuan di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan. Foto: Dok. Dinkominfo Kota Pekalongan

“Selanjutnya kami melakukan pertemuan dengan Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) dan terkumpul data sebanyak 2.200 santri. Ada juga santri yang mendaftarkan diri secara langsung kepada kami. Sehingga setelah dijumlahkan total ada 2.850 santri,” beber Slamet, saat ditemui di kantornya, Selasa (21/07/2020).

Slamet menambahkan, pada 14-17 Juli 2020 lalu di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, telah dilaksanakan Pembagian Bantuan Dana Santri dalam rangka Covid-19 untuk 2.850 penerima. Namun masih banyak santri yang belum mengetahui terkait bantuan tersebut.

Slamet menjelaskan alasan para santri belum mendaftarkan diri. Ada yang tidak tahu, takut dikarantina apabila mendaftarkan diri, ada pula santri yang beranggapan kalau pemberian bantuan hanya untuk keluarga kurang mampu.

Berdasarkan keputusan Wali Kota Pekalongan, pemberian bantuan ini ditujukan untuk seluruh santri yang berdomisili di Kota Pekalongan. Bantuan ini juga bersifat perorangan, misalnya dalam satu keluarga ada dua atau tiga orang santri, maka masing-masing mendapatkan bantuan.

Dari keputusan Wali Kota Pekalongan yang disosialisasikan melalui media sosial, kemudian banyak santri yang mendaftarkan diri. Minggu kemarin, kami masih menerima 385 data santri baru yang masuk tetapi belum diverifikasi.

“Saat ini pendaftaran sudah ditutup, apabila masih ada satu dua yang mengusulkan, akan tetap diterima karena itu merupakan hak santri,” jelas Slamet.

Dia mengungkapkan, besaran uang yang diberikan kepada santri Rp250.000 per orang. Hal ini berlaku untuk seluruh santri yang berasal dari Kota Pekalongan, baik yang saat ini mondok di wilayah Pekalongan, luar kota, maupun luar pulau.

Dia menyebut, hingga saat ini dari 2.850 santri yang terverifikasi, sebanyak 2.470 telah menerima bantuan. Kepada santri yang melakukan pendataan susulan, rencananya bantuan akan dibagikan pada Kamis (23/07/2020).

Harapan kami, seluruh santri Kota Pekalongan tidak ada yang tertinggal atau tidak mendapat bantuan uang caton. Selama dana masih mencukupi, maka bantuan akan tetap diberikan. Kalau memang jumlah pendaftarnya banyak, maka kami harus mengusulkan dana tambahan.

“Apabila masyarakat yang mengetahui ada santri belum terdaftar, dipersilakan mendaftarkan diri ke kelurahan atau ke Bagian Kesra secara langsung,” pungkasnya. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan