Pengemudi Ojol Berhak Tolak Penumpang yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Upaya pencegahan penularan CoVID-19 tidak hanya dijalankan masyarakat umum, namun juga oleh penyedia jasa angkutan umum. Terutama angkutan umum yang berbasis online. Kini, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan jasa pengemudi online (Ojol) dengan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk menjaga keamanan pengemudi maupun penumpang.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo saat me-launching Grab Protect di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (21/07/2020). Menurutnya, dengan inovasi tersebut dapat membantu mitra pengemudi agar dapat kembali beroperasi di masa pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
(Plt) Bupati Kudus HM Hartopo memasang body protect pada salah satu pengemudi Ojol di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (21/07/2020). Foto: Dok. Diskominfo Kudus.

“Saya mengapresiasi pogram Grab Protect karena telah membantu kembali perekonomian warga yang terimbas pandemi Covid-19. Dengan harapan hal ini mampu memberikan keamanan bagi para penumpang agar terhindar dari penularan Covid-19,” kata Hartopo.

Lanjut dia, program Grab Protect juga akan diikuti oleh seluruh angkutan umum baik online maupun offline. umtuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Saya berharap dengan pemasangan body protect ini nantinya akan diikuti oleh seluruh pengemudi ojek, baik ojek wisata maupun ojek umumnya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hartopo juga berpesan untuk rekan-rekan ojol agar tetap harus waspada, karena kita belum tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

“Tidak usah ragu untuk menolak penumpang yang tidak mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara Goverment Relation Perwakilan Grab Kudus Raya Henry Febriyanto mengungkapkan, program Grab Protect sudah mengedepankan standar keamanan dan kesehatan untuk penumpang dengan cara penyediaan partisi dan disinfektan.

Pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri. Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect. Kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride-hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan mendorong perilaku bersih yang lebih baik sebelum perjalanan dimulai.

“Kita sangat fokus dengan kesehatan dan keamanan baik pengemudi maupun penumpang. Hal ini diharapkan dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ungkap Henry.

Disampaikannya, sejak adanya Covid-19, pihaknya mengalami penurunan order yang cukup signifikan terhadap layanan Grab Car maupun Grab Bike. Dia berharap, masyarakat lebih selektif memilih media transportasi, dengan menempatkan kebersihan dan higienitas menjadi prioritas utama.

“Berangkat dari hal itu, Grab berinovasi dengan memunculkan proteksi tambahan berupa partisi yang berfungsi sebagai separator. Dengan harapan mampu memberikan perlindungan dan rasa nyaman kepada setiap penumpang,” jelasnya.

Sebelumnya Grab Indonesia juga sudah meluncurkan 5.000 armada GrabCar Protect yang diluncurkan pada awal April lalu. Armada yang dibuat Grab ini untuk meningkatkan perlindungan driver dan penumpang Grab saat pandemi COVID-19. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan