Sebelum Beraktivitas Ratusan Santri Baru Balekambang di Karantina 14 Hari

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlotul Mubtadiin Balekambang, Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara menerapkan protokoler kesehatan ketat kepada santri yang mulai masuk ponpes. Ratusan santri dari berbagai wilayah diserah terimakan orang tua kepada pengasuh ponpes, di Masjid putra, Sabtu (18/07/2020) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Suharyanto, dan Kajari Jepara Saiful Bahri.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Seorang santri menunggu pembagian kamar ditemani orang tua wali di Masjid Pondok Putra Balekambang, Sabtu (18/07/20).

Sejak di pintu utama pondok pesantren, para santri diperiksa ketat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara. Selain harus membawa surat sehat, mereka juga harus melakukan rapid test untuk memastikan kondisi tubuhnya.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Jepara Mudrikatun menyampaikan, para siswa diperiksa suhu tubuhnya satu persatu, dicek kesehatannya termasuk menjalani rapid test.

“Tujuan dilakukan rapid tes untuk pastikan kondisi tubuh masing-masing santri,” ucap Mudrikatun.

Pengasuh Ponpes Raudlotul Mubtadiin KH. Ma’mun Abdullah Hadziq menuturkan, selain harus mengikuti rapid test, sekitar 256 santri baru ini akan menjalani karantina selama 14 hari di sekitar ponpes sebelum melakukan aktivitas belajar dan berkumpul dengan santri yang lama.

“Sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, maka para calon santri ini akan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum berbaur dengan santri lama,” jelasnya.

Pihak ponpes, sudah menyediakan berbagai fasilitas penunjang dalam penerapan protokoler kesehatan. Fasilitas cuci tangan juga tersedia di banyak sudut ponpes ini.

“Tempat cuci tangan sudah kita sediakan di banyak sudut ponpes ini. Termasuk santri juga akan diberikan masker,” imbuhnya.

Kepada para orangtua santri, KH. Ma’mun mewanti-wanti agar tidak menjenguk putranya ketika sudah masuk ke ponpes.

“Saya tekankan berkali-kali, orangtua tidak usah menjenguk anaknya di pondok. Untuk bulan Dzulhijjah kita juga tidak ada libur. Ini demi kebaikan kita bersama. Yakin lah di dalam pondok lebih aman, karena santri tidak bisia keluar masuk dengan mudah” tegasnya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, ponpes yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan dan menerapkan protokoler kesehatan dengan ketat. Jika belum bisa menerapkan, maka pemerintah belum bisa memberikan izin.

“Alhamdulillah di Balekambang ini tadi saya lihat semuanya sudah bermasker dan menerapkan protocol kesehatan. Semoga ini menginspirasi ponpes yang lain yang ingin buka kembali,” kata Andi. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan