Jalankan Usaha Penambangan Ilegal, Kepala Desa di Jepara Dicokok Polisi

banner 468x60

BERITAPANTURA.idJEPARA – Seorang pemimpin tentunya menjadi panutan bagi setiap orang, namun hal ini tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang kepala desa. Yang menjalankan bisnis ilegal, dengan melakukan penambangan galian C tanpa ijin.

Akhirnya seorang Kepala Desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, harus berurusan dengan polisi akibat usaha ilegal tersebut. Kepala desa berinisial S itu ditangkap saat berusaha kabur.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Usaha penambangan ilegal yang dijalankan oleh oknum kepala desa di Jepara ini, akhirnya di tutup oleh polisi Dok : Foto Diskominfo Jepara

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jepara, Djohan Andika, mengatakan S ditangkap pada Rabu, 8 Juli 2020 di jalan tidak jauh dari rumahnya. Sebelumnya, S telah mangkir dari dua kali pemanggilan polisi.

“Ini sudah ditahan di sini (Polres Jepara). Karena dua kali mangkir dari panggilan, akhirnya kami keluarkan surat perintah membawa,” ujar Andika di Mapolres Jepara, Sabtu, 11 Juli 2020.

S dua kali mangkir dari pemanggilan dengan alasan sakit. Namun, S tidak dapat menunjukan surat keterangan sakit dari dokter. Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Polres Jepara, kondisi S baik-baik saja.

“Katanya dia sakit, tapi setelah diperiksa ya, baik-baik saja,” kata Andika.

Kepala Desa di Kecamatan Pecangaan itu ditangkap lantaran menjalankan usaha penambangan illegal di Desa Pancur Kecamatan Mayong. Truk dan sejumlah alat berat serta alat tambang manual kini disita untuk dijadikan barang bukti.

“Sejumlah Truk, alat manual, dan alat berat ada di halaman belakang Mapolres jadi barang bukti,” kata Andika.

Atas perbuatannya melakukan penambangan ilegal, S dijerat dengan Pasal 158 Undang-undang Mineral dan Batubara. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ancaman hukuman pidananya maksimal tujuh tahun. (BP/04)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan