Pengaturan Jarak di Pasar Pekalongan Masih Terkendala

banner 468x60

BERITAPANTURA.idPEKALONGAN – Skema penerapan ‘New Normal’ di sektor perekonomian Kota Pekalongan mulai menyasar sejumlah lokasi, salah satunya di pasar rakyat. Karena roda perekonomian rakyat, banyak dipengaruhi dari proses jual beli di tempat tersebut.

Namun kenyataannya, untuk menerapkan hal tersebut masih terkendala beberapa hal. Penataan pasar dengan pengaturan jarak sulit dilakukan di pasar-pasar yang ada di Kota Pekalongan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Pasar tradisional, untuk skema new normal masih terkendala pengaturan jarak

Dari sembilan pasar hanya dua pasar yang dapat dilakukan pengaturan jarak yakni di Pasar Podosugih dan Pasar Kraton.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Bambang Nurdiyatman mengatakan, situasi dan kondisi pasar yang ada di Kota Pekalongan berbeda-beda.

Ada pasar-pasar yang penataannya sudah ditata sedemikian rupa untuk batas jarak antara penjual dan pembeli. Namun lebih banyak pasar yang sulit menerapkan penataan seperti itu.

“Sebagian pasar seperti di Pasar Darurat Banjarsari, Pasar Sorogenen, Pasar Banyurip, Pasar Grogolan agak susah mengatur jaraknya, jika diberi jarakpun tidak ada lahan mau ditempatkan dimana. Jadi kami fokusnya pada pemakaian cuci tangan dan memakai masker, pemasangan spanduk informasi edukasi pencegahan Covid-19 yang terus kami gencarkan kepada pedagang dan pembeli,” jelasnya.

Dia menyatakan, pasar menjadi salah satu tempat yang paling rentan menjadi sumber penularan virus dan bakteri. Kebutuhan akan aktivitas jual beli membuat pasar selalu ramai dikunjungi masyarakat. Sehingga penerapan protokol kesehatan menjadi hal wajib yang harus diterapkan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Podosugih, Hadiwanto mengatakan dalam penerapan ‘New Normal’ ini kondisi Pasar Podosugih berlangsung aman dan kondusif seperti hari-hari biasanya. Untuk pencegahan Covid-19 di Pasar Podosugih sendiri, pihaknya terus mensosialisasikan terkait penerapan protokol kesehatan.

“Kondisinya Alhamdulillah masih berjalan normal seperti biasa, hanya pembeli agak berkurang karena kekhawatiran pengunjung adanya pandemi Covid-19 ini. Kami edukasi pedagang dan pembeli wajib menggunakan masker, menerapkan batas jaga jarak aman minimal 1,5 meter menggunakan garis line pedagang dan pembeli, rata-rata memang sudah tertib untuk penggunaan masker, namun masih ada beberapa yang belum sadar akan adanya Covid-19 ini.

Alhamdulillah selama ini di Pasar Podosugih belum adanya pengunjung yang berdesakan karena space di pasar ini cukup longgar dengan jumlah pedagang juga yang tidak terlalu banyak,” tandasnya. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan