Dinyatakan Zona Merah, Demak Bersatu Melawan Covid-19

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, DEMAK – Kabupaten Demak menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masuk zona merah Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak selaku jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Singgih Setyono mengungkapkan, setelah mendapatkan surat dari Gubernur Jawa Tengah terkait penanganan covid-19 di tiga daerah di Jawa Tengah yang zona merah, Pemerintah Kabupaten Demak langsung mengambil langkah-langkah untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Foto: Dok. Diskominfo Demak

“Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Demak langsung mengambil langkah nyata seperti pembatasan kegiatan di Simpang Enam pada hari Jumat sampai dengan Senin, yang meliputi pembatasan jam operasional pasar hanya sampai jam 12.00 WIB setiap harinya, dan penindakan pada masyarakat yang masih membandel tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak,” kata Singgih saat konferensi pers di ruang tunggu Kantor Sekda, Selasa (16/06/2020).

Lanjut Singgih, penyebaran Covid-19 di Demak melalui transmisi lokal. Karenanya, diharapkan masyarakat agar lebih waspada.

“Pada awalnya memang penyebaran Covid-19 di Demak disumbang dari penularan luar daerah, namun sekarang penularan sudah melalui transmisi lokal,” terangnya.

Singgih meminta warga Demak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker saat keluar rumah, selalu menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari kerumunan, serta selalu mencuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan aktifitas.

“Dengan disiplin melakukan tiga hal tersebut diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sampai 90 persen,” lanjut dia.

Terkait adanya enam orang karyawan PT PT Reckitt Benckiser Indonesia (PT Baygon) yang terpapar Covid-19, Ia menuturkan, untuk mempercepat penanganan Covid-19, Pemkab Demak melakukan rapid test pada semua karyawan tersebut, Selasa (16/06/2020).

“Sasarannya adalah 250 orang karyawan PT tersebut dan rapid test kita lakukan pada Selasa ini (16/6/2020), dan masih menunggu hasil swab test,” jelas Singgih.

Diceritakan, keenam orang yang terpapar Covid-19 tersebut berdomisili di luar Demak. Di mana, lima orang karyawan menjalani isolasi mandiri di rumah dan satu orang menjalani isolasi mandiri di gedung BKPP Karangtengah.

“Yang bersangkutan tidak mau pulang ke daerahnya karena khawatir akan menularkan penyakit tersebut kepada orang tuanya yang dalam kondisi sakit-sakitan,” jelasnya.

Terkait keputusan apakah PT Reckitt Benckiser Indonesia akan ditutup atau tidak, lanjutnya, akan menunggu hasil test tersebut.

“Dari hasil rapid hari ini akan menjadi pertimbangan apakah perusahaan akan ditutup atau tetap dibuka dengan pengawasan protokol kesehatan,” pungkasnya. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan