Terima Dana Insentif Keagamaan, Ribuan Guru Madrasah di Batang Bersuka Cita

banner 468x60

BERITAPANTURA.idBATANG – Menghadapi pandemi covid-19, tentunya tak mudah bagi para guru madrasah dalam mencari nafkah. Dikarenakan semua aktifitas belajar mengajar dihentikan guna mengurangi risiko penyebaran virus bagi para santri santriwati.

Untuk itu, sebanyak 8.640 guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Batang menerima insentif keagamaan dari Pemprov Jawa Tengah. Mereka masing-masing menerima Rp 100 ribu per bulan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru madrasah.

Beberapa guru madin saat mengambil insentif keagamaan dari Pemprov Jateng

“Bukan hanya untuk guru Madin, tapi juga untuk guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Pondok Pesantren. Itu karena jasa mereka untuk anak-anak sehingga bisa baca dan tulis Alquran yang berguna sebagai bekal di dunia maupun akhirat,” tutur salah satu petugas bidang Pondok Pesantren Kantor Kemenag Batang, Irfai.

Irfai mengatakan, penyerahan dana insentif bagi guru madrasah, diberikan setiap tiga bulan sekali. Adapun, mekanisme pengambilannya melalui transfer rekening, dan dapat dicairkan di kantor Bank Jateng Limpung atau di Bank Jateng Syariah Pekalongan. Selain itu, layanan dari Bank Jateng Syariah juga dibuka setiap hari Rabu dan Sabtu di halaman Kantor Kemenag Batang.

Ia mengaku sudah empat kali menerima bantuan insentif tersebut. Dirinya mengatakan, kesibukannya setiap hari hanya mengajar mengaji sebelum adanya pandemi Covid-19. Namun sejak adanya wabah virus corona, yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar di kelas dihentikan, membuatnya bersedih.

Sementara, Lilik Farida salah satu guru Madin dari Desa Sukoyoso Kecamatan Blado mengutarakan, bantuan insentif keagamaan yang diberikan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah sangat membantu para guru Madin.

“Bagi kami mendidik mengaji anak-anak itu penting sekali, semenjak pandemi Covid-19 ini menyebabkan kekhawatiran karena para santri tidak mendapat pelajaran lagi dari Madin,” ungkapnya.

Lilik mengharapkan, pandemi Covid-19 segera berakhir supaya dapat mengajar pendidikan Alquran kembali kepada para santrinya.

Nantinya, saat new normal diberlakukan di Kabupaten Batang dan kegiatan pendidikan Alquran kembali diaktifkan, tentu pihak Madin akan menerapkan protokol kesehatan. Seperti menata meja dan tempat duduk dengan jarak minimal satu meter antar santri, menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun, serta memakai masker untuk meminimalisasi penularan Covid-19. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan