Hadapi “New Normal” Jateng Siapkan Skenario di Bidang Pendidikan

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, SEMARANG – Untuk menyiapkan skenario new normal life di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah akan melakukan persiapan selama satu setengah bulan, sebelum memasuki semester baru pada 13 Juli 2020.

Kepala Disdikbud Provinsi Jateng Jumeri, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/05/2020) menyampaikan, perlu persiapan cermat dan kehati-hatian ekstra, mengingat jumlah peserta didik dari tingkat pendidikan dini hingga menengah atas mencapai enam juta siswa.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Untuk itu, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan, yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya mengaku siap, jika kondisi normal baru di bidang pendidikan memang benar-benar akan dilaksanakan.

“Dari infrastruktur sekolah akan kita pertimbangkan, jadi ketika kita lakukan new normal bisa siap. Saat ini kita susun road map, apakah terkait tempat cuci tangan, kamar mandi atau lingkungannya. Kalau belum, kita akan siapkan selama masa liburan ini (12 Juni-12 Juli 2020),” terang Jumeri.

Jumeri menuturkan, keadaan tersebut sangat bergantung pada sebaran Covid-19 di masa mendatang. Selain kesiapan sekolah juga skema waktu pembelajaran murid. Selain itu, pihaknya akan memperhatikan kondisi daerah di Jateng, apakah pada wilayah tersebut termasuk epicentrum (pusat) penyebaran atau bukan. Sehingga, antara satu kabupaten atau kota di Jawa Tengah, kebijakan new normal bisa kasuistik.

“Apakah nanti masuk sekaligus atau bergelombang, kita akan akan ikuti dan taati dinamika GTTP, yang pasti mempertimbangkan epidemiologi penyakit. Penyebaran kasus di daerah juga jadi pertimbangan, apakah nanti bisa penuh, setengah kelas, sepertiga kelas, setiap hari atau dalam seminggu hanya masuk dua hari. Intinya Jateng siap, apakah itu masuk normal, PJJ (pembelajaran jarak jauh) oke, sebagian PJJ juga oke,” jelasnya.

Lanjut dia, selama kurun waktu satu setengah bulan, pihaknya juga akan melakukan simulasi new normal, pada sekolah-sekolah yang akan dijadikan acuan penerapan new normal. Sehingga, jika jadi diterapkan, guru dan murid tidak gagap. Semua itu dilakukan dengan memperhatikan arahan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Sekolah dan cabang pendidikan di daerah harus berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi pandemi di wilayah masing-masing. Yang jadi perhatian kami juga sekolah asrama, di mana satu kamar ada empat sampai enam siswa,” tambahnya. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan